Posted in Buletin
gaulislam,Tahun
V/2011-2012 by Leila Amra on the October 24th, 2011
Bagi kamu yang ngefans sama drama
Korea atau semua yang berbau Korea, tentunya mengenal Cha Dong Hae. Yup, doi
adalah mantan anggota SG Wannabe (grup paling populer di Korea). Kenapa dia?
Bunuh diri! Hmm.. kian menambah panjang daftar selebritis Korea yang meninggal
bunuh diri. Hae memang dikabarkan menderita depresi berat setelah dua tahun
lalu ditinggal mati manajernya — yang juga bunuh diri di sebuah hotel.
Bro en Sis, sejak tahun 2005, selain
Cha Dong Hae, tercatat ada 9 seleb Korea yang bunuh diri, termasuk Park
Yong-ha, aktor Korea yang dikenal lewat serial Winter Sonata ini ditemukan
tewas bunuh diri di rumahnya. Dia menggantung diri menggunakan kabel charger
telepon genggam. Berikut daftar selebritis Korea yang memilih bunuh diri: Lee
Eun-ju, 2005 (aktris). Sahabat dan temannya mengatakan bahwa Eun-ju mengalami
depresi yang akut. U-Nee, 2007 (penyanyi). Kabarnya dia mengalami depresi dan
tekanan luar biasa dari fansnya di internet. Jung Da-bin, 2007 (bintang
televisi). Depresi.
Di tahun 2008, ada Ahn Jae-hwan
(aktor). Utangnya segede gunung ke lintah darat, bisnisnya bangkrut, akhirnya
dia memutuskan bunuh diri. Choi Jin-sil, 2008 (artis). Depresi setelah
bercerai. Bebannya kian berat saat ia dituduh di internet sebagai salah
satu pihak yang menyebabkan Ahn Jae-hwan bunuh diri. Jang Ja-yeon, 2009 (model
dan artis). Dalam catatan bunuh dirinya, Jang Ja-yeon mengatakan ia sering
dipaksa untuk “melayani” petinggi di bidang hiburan.
Pada 2010, Kim Daul (model)
melakukan bunuh diri di Prancis setelah merasa tekanan dunia model terlalu
berat baginya. Choi Jin-young, 2010 (aktor dan penyanyi). Bunuh diri setelah
menderita akibat kematian adik tercintanya. Park Yong-ha, 2010 (aktor dan
penyanyi). Ia bunuh diri akibat depresi harus mengatur masalah karir dan bisnis
di samping merawat kedua orang tuanya yang sakit parah.
Popularitas dan depresi
Menurut catatan Organization for
Economic Cooperation and Development, 21 dari 100 ribu orang Korea
melakukan bunuh diri—melewati batas normal yaitu 11.
Hwang Sang-Min, seorang psikolog
dari Universitas Yonsei, mengungkapkan bahwa orang Korea cenderung membentuk identitas
mereka sesuai pandangan orang lain terhadap dirinya. Nah, ketika sang seleb
nggak lagi mampu menunjukkan citra baik dan tenang, mereka cenderung frustrasi,
menyerah, dan mengambil pilihan drastis — salah satunya adalah bunuh diri.
Lho, memangnya nggak ada konseling,
gitu? Hmm.. konon kabarnya budaya Korea yang cenderung tertutup juga membuat
para selebritis itu malu jika ketahuan publik saat pergi ke konseling atau
sedang mengalami depresi.
Kok begitu rapuhnya sih, memangnya
nggak punya keyakinan agama gitu? Bro en Sis, hampir setengah penduduk Korea
tidak memiliki agama, sehingga ketika mereka mengalami depresi, penghargaan
terhadap nilai kehidupan pun rendah. Ckckck… alhamdulillah yah kita mah punya
keyakinan hidup, yakni Islam, sehingga nggak mudah putus asa dan depresi dalam
menghadapi kenyataan hidup yang pahit.
Bro en Sis pembaca setia gaulislam,
sebenarnya mereka yang melakukan bunuh diri banyak juga lho di negeri kita,
bahkan dilakukan oleh remaja. Angka kasus bunuh diri pada kalangan anak hingga
remaja di Indonesia termasuk tinggi di Asia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia
WHO, pada 2005 tercatat 50 ribu penduduk Indonesia bunuh diri setiap tahun.
Dari kejadian kasus bunuh diri tersebut, ternyata kasus yang paling tinggi
terjadi pada rentang usia remaja hingga dewasa muda, yakni 15-24 tahun.(www.kbr68h.com)
Nah, perlu diketahui juga bahwa
remaja putra lebih rentan untuk melakukan bunuh diri ketimbang remaja putri.
Maksudnya, anak cowok tuh kalo ngelakuin bunuh nggak tanggung-tanggung, misalnya
gantung diri. Kalo anak cewek palingan minum racun serangga. Itu pun kalo
isinya nggak ketuker ama sirop. Hehehe..
Pakar Kejiwaan dari Rumah Sakit
Marzuki Mahdi, Bogor, Eka Viora memaparkan, kasus bunuh diri yang terjadi lebih
banyak dilakukan oleh remaja putri dibanding putra. Namun, ia menambahkan,
‘tingkat keberhasilan’ bunuh diri pada remaja putra lebih besar jika
dibandingkan dengan percobaan bunuh diri yang dilakukan remaja putri.
Remaja putra umumnya menggunakan
metode yang lebih mematikan, seperti gantung diri. Sementara remaja putri
memiliki kecenderungan menggunakan metode bunuh diri yang lebih ‘halus’
misalnya dengan meminum racun serangga. (www.kbr68h.com)
Kalo para seleb nggak kuat menahan
popularitas dan pencitraan diri, kemudian depresi dan memutuskan bunuh diri,
maka umumnya orang di Indonesia (termasuk di dalamnya para remaja) melakukan
bunuh diri karena putus cinta, ditinggal pacar, punya penyakit tak kunjung
sembuh, dililit utang, suaminya selingkuh, dan masalah lainnya yang membawanya
depresi lalu bunuh diri.
Jangan nekat bunuh diri
Idih, serem banget deh. Masa’ sih
kita nekat bunuh diri. Nggak sayang banget tuh sama tubuh kita sendiri. So,
itu namanya nggak cinta sama tubuh kita. Iya nggak sih? Meskipun memang yang
dilukai or dibunuh adalah tubuh kita sendiri, tapi kan tetap tubuh itu bukan
milik kita. Tubuh itu hakikatnya adalah milik Allah Swt. Dia telah memberikan
amanah kepada masing-masing kita dalam merawat tubuh kita. Suatu saat kelak
kita bakalan dimintai tanggung jawab dalam menjaga amanah tubuh ini. Lha, kalo
tiba-tiba bunuh diri, apa itu nggak mengkhianati pemberi amanah? Perlu
diragukan tuh kecintaan ama diri sendirinya kalo ternyata dia malah mengakhiri
hidup dengan bunuh diri. Betul ndak?
Boys and gals, banyak teman kita mengakhiri hidupnya hanya gara-gara hal
yang sebenarnya masih mungkin untuk bisa dicarikan jalan keluarnya yang benar
dan baik. Bukan dengan cara minum racun serangga atau gantung diri. Seringkali
yang kita dapatkan infonya dari media massa ada anak SD yang bunuh diri dengan
cara menggantung dirinya karena ribut sama adiknya ketika rebutan nonton acara
televisi. Ada juga anak SMP yang bunuh diri karena sering dimarahi sama ibunya.
Ia merasa terhina dan tertekan akhirnya gantung diri. Malah ada juga yang bunuh
diri minum racun serangga karena putus cinta. Walah… macem-macem alasannya.
Buat kamu yang masih hidup saat ini
(tentu dong, kalo yang udah meninggal mana bisa baca artikel ini hehehe..),
jadikan pelajaran deh nasib beberapa teman kita (termasuk para seleb Korea yang
gaya mereka kini digandrung remaja macam kamu) yang mengakhiri hidupnya dengan
cara bunuh diri. Nggak usah ditiru. Bercita-cita pun jangan dong ya. Nggak baik
dan emang nggak benar menurut ajaran agama kita, Islam.
Bro en Sis, jika kita memang cinta
sama tubuh kita dan jiwa kita, ketika ada masalah ya kita obrolkan baik-baik.
Jangan nekat mengakhiri hidup. Lagian, apa kemudian selesai urusan kita? Di
dunia bisa jadi selesai. Tapi kehidupan kita kan bukan cuma di dunia ini. Ada
kehidupan setelah kematian. Yup, di akhirat kita akan dikumpulkan pada hari
perhitungan. Nah, lho gimana pertanggungan jawab kepada Allah Swt. nanti ?
Sementara kita tak punya bekal amal baik yang banyak. Tolong direnungkan ya,
dipikirkan dengan benar dan baik, hitung nilai kerugiannya di akhirat kelak.
Bunuh diri itu konyol
Bro, rasanya kita pantas untuk mikir
seribu kali dan nggak bakalan nekat bunuh diri. Sebab, bunuh diri tuh dilarang
dalam ajaran Islam. Allah Swt. sudah menjelaskan tentang larangan melakukan
bunuh diri. Seperti dalam salah satu ayat di al-Quran: “Dan janganlah kamu
membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS
an-Nisaa` [4]: 29)
Rasulullah saw. juga bersabda, “Barangsiapa
yang mencekik lehernya, ia akan mencekik lehernya sendiri di neraka. Dan barang
siapa yang menusuk dirinya, ia akan menusuk dirinya sendiri di neraka.” (HR
Bukhari dan Muslim)
Sobat, bunuh diri bukan saja
tindakan konyol tapi jelas berdosa. Dalam hadis lain, Rasulullah saw. juga bersabda,
“Barangsiapa bunuh diri dengan menggunakan besi yang tajam, maka alat yang
digunakannya itu akan dihunjamkan ke dalam perutnya kelak di hari kiamat
dalam api neraka; di dalamnya ia kekal abadi. Barangsiapa bunuh diri dengan
meminum racun, maka kelak dalam api jahanam racun tersebut akan diminum dengan
tangannya; di dalamnya ia kekal abadi. Barangsiapa yang terjun dari sebuah
gunung (tempat yang tinggi) untuk bunuh diri, maka ia akan terjun di dalam api
neraka; di dalamnya ia kekal abadi.” (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi,
Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra; dalam al-Fath al-Kabir,
III/224)
Bunuh diri hanya dilakukan oleh
orang-orang yang nggak memiliki iman, atau setidaknya memiliki iman tapi nggak
berfungsi untuk mencegah dirinya berbuat nista. Padahal, manusia yang masih
hidup pasti banyak ujian kehidupan, dan sering perih. Namun, bila kita beriman,
tetap sabar, tetap berusaha dan tawakkal, insya Allah ada jalan keluar. Jangan
berputus asa dari rahmat Allah Swt. Tetap semangat untuk menggapai ridho dan rahmat
Allah Swt, meski hidup sulit.
Oke deh, semoga kita jadi makin
hati-hati dalam hidup ini. Nggak putus asa dan nggak nyari jalan pintas dengan
cara bunuh diri untuk lepas dari masalah yang menjerat kehidupan kita. Terus
terang itu nggak menyelesaikan masalah. Bahkan nimbulin masalah baru, yakni
dosa. So, kalo emang cinta sama diri sendiri, jangan nekat bunuh diri.
Jangan cuma ngaku-ngaku cinta sama diri sendiri, kalo akhirnya nekat bunuh
diri. Itu cinta palsu, atau memang kadar cintanya sedikit banget. Waspadalah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar