ASSALAMUALAIKUM :)

Kamis, 27 Februari 2014

Tugas Observasi yang mendapat nilai bagus, Alhamdulillah..


PERPUSTAKAAN DAERAH LABUHANBATU UTARA

OBSERVASI



DISUSUN OLEH :
MESTIKA DEWI TAMBUNAN (130709029)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
MEDAN 2013

KATA PENGANTAR
            Alhamdulillahirabbil’alamin...
Puji syukur kehadirat  Allah SWT. Karena dengan rahmat serta karunia Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
            Shalawat berangkaikan salam juga senantiasa dihadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah menuntun kita semua dari zaman kesesatan menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
            Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada ibu Himma Dewiyana dan teman teman mahasiswa Ilmu Perpustakaan 2013 yang telah membantu dalam hal hal yang masih kurang dimengerti oleh penulis.
            Penulis juga dengan segala kerendahan hati menerima segala kritik dan saran atas makalah ini. Semoga  makalah ini dapat memenuhi harapan kita.

Medan, 10 Desember 2013
                                                                                                                            
                                                                                        Penulis            










i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar……………………………………………………………………   i
Daftar Isi…………………………………………………………………………     ii

BAB 1
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………….     1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………….    2
1.3 Tujuan Penelitian……………………………………………………………..    2
1.4 Ruang Lingkup Penelitian……………………………………………………    2

BAB 2
2.1     Perpustakaan
2.1.1  Pengertian Perpustakaan…………………………………………………       3
2.1.2 Jenis – Jenis Perpustakaan………………………………………………..       4
2.1.3 Fungsi Perpustakaan………………………………………………………      7
2.2     Knowledge Management
2.2.1  Pengertian Knowledge Management…….……………………………….      8
2.2.2  Manfaat Knowledge Management…….………………………………….     10
2.2.3 Penerapan Knowledge Management di Perpustakaan……………………..     10
2.2.4 Penciptaan Pengetahuan……………………………………………………    11
2.2.5 Proses Konversi Knowledge……………………………………………….     12
2.2.6 Proses Pengadaan Pengetahuan…………………………………………….    12
2.2.7 Penyaringan Pengetahuan…………………………………………………..    13
2.2.8 Penyimpanan Pengetahuan………………………………………………….   14


                                                                        ii
2.2.9 Penyebaran dan AKses Pengetahuan………………………………………..  15
2.2.10 Pemanfaatan Pengetahuan…………………………………………………   15

BAB III
3.1     Teknik Pengumpulan Data………………………………………………….   17
3.2      Teknik Analisi Data………………………………………………………..   17

BAB IV
4.1       Sejarah Singkat…………………………………………………………….  18
4.2       Fungsi dan Tujuan…………………………………………………………. 18
4.3       Staff Perpustakaan Daerah Labuhanbatu Utara…………………………… 19
4.4       Layanan……………………………………………………………………  20
4.5       Komputerisasi Data………………………………………………………..  21
4.6       Pengadaan…………………………………………………………………   21
4.7       Proses Seleksi Bahan Perpustakaan……………………………………….   22
4.8       Alur Bahan Perpustakaan………………………………………………….  22
4.9       Jumlah Koleksi Buku Berdasarkan Jenis…………………………………..  22
4.10     Struktur Organisasi………………………………………………………… 23

BAB V
5.1       Kesimpulan dan Saran
5.1.1    Kesimpulan………………………………………………………………..   24
5.1.2    Saran………………………………………………………………………   24
Daftar Pustaka…………………………………………………………………….   25


iii

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dewasa ini perpustakaan sudah tidak lagi banyak di kunjungi oleh penggunanya. Hal itu di sebabkan oleh perpustakaan tidak lagi dianggap sebagai gudang ilmu seiring dengan maraknya internet. Banyaknya perpustakaan  yang masih manual membuat para penggunanya malas untuk mengunjunginya karena di anggap tidak menarik dan sistem kerjanya lambat. Gedung – gedung perpustakaan di Indonesia juga hanya sebagian saja yang layak untuk di jadikan perpustakaan.
Istilah perpustakaan selalu terkait dengan istilah-istilah lain seperti pustaka, pustakawan, kepustakaan dan ilmu perpustakaan. Keterkaitan istilah perpustakaan dengan beberapa istilah di atas, ada kalanya membuat istilah perpustakaan menjadi rancuh atau menjasi kelabu. Secara realita perpustakaan masih di pahami sebagai sebuah bangunan fisik tenpat menyimpan buku-buku atau bahan perpustakaan. Pengertian perpustakaan sebagai sebuah ruangan atau gedung yang di gunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang di simpan menurut tata susunan tertentu dan di gunakan oleh pembaca.
Saya memilih perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara karena saya penasaran dengan metode cara kerjanya dan yang mana perpustakaan tersebut di pegang oleh yang bukan pustakawan atau pustakawati. Perpustakaan tersebut baru saja di buka jadi saya terdorong untuk melakukan observasi di perpustakaan tersebut. Setelah  tamat saya juga berkeinginan untuk bekerja di perpustakaan tersebut agar bisa menerapkan pengetahuan yang saya miliki. Karena ada tugas Pengantar Pengorganisasian Pengetahuan tentang observasi perpustakaan, saya memilih perpustakaan  daerah Labuhanbatu Utara agar saya mengetahui tentang perpustakaan tersebut untuk menambah pengetahuan.



1
1.2  Rumusan Masalah
Pengenalan dan Penelitan terhadap perpustakaan daerah kabupaten Labuhanbatu Utara sebagai proses pembelajaran untuk menuntaskan mata kuliah penulis yaitu Pengorganisasian Pengetahuan ( Knowledge Management ).  Masalah diatas menurut peneliti akan dapat di jawab melalui pemecahan dua sub masalah di bawah ini, yaitu:
1.         Bagaimana keadaan dan Kondisi terhadap Perpustakaan daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara.
2.         Bagaimana Sistem Pengorganisasian yang Diterapkan pada Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara.

1.3     Tujuan Penelitian

Tujuan umum penelitian tentang perpustakaan daerah Kabupaten Labuhanbatu Utara yang di jabarkan dalam tujuan khusus yaitu mengetahui keadaan dan mengetahui keadaan perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara. Sistem Pengorganisasian yang Diterapkan pada Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara yang selanjutnya sebagai pembelajaran kepada penulis untuk mengetahui keadaan dari dunia perpustakaan yang selanjutnya dapat memperdalam pengetahuan penulis tentang pengorganisasian di perpustakaan.

1.4     Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini mengenai studi tentang keadaan dan kondisi serta sisem pengorganisasian pengetahuan yang berada di dalam Perpustakaan. Fokus penelitian ini hanya sebatas Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara sebagai objek dari penelitian ini.






2
BAB II
KAJIAN TEORITIS

2.1    Perpustakaan
2.1.1 Pengertian Perpustakaan
   Secara etimologis, istilah “Perpustakaan” berasal dari kata pustaka artinya kitab atau buku. Dalam bahasa Inggris istilahnya disebut library yang dibangun dari kata Latin liber atau libri yang artinya juga adalah buku.
Perpustakaan adalah badan atau organisasi nirlaba (non-profit), sedangkan toko buku merupakan organisasi yang selalu mencari laba (profit). Orientasi kegiatan perpustakaan adalah pada layanan jasa (service oriented), bukan kepada laba. 
   Lebih jauh Reitz mendeffenisikan perpustakaan sebagai berikut: A collection or group of collections of books and/or other materials rganized and maindtained for use reading, consultation, study, research, are staffed by librarians and other personel trained to provide services to meet user needs. Defenisi ini mudah dimengerti, perpustakaan adalah koleksi atau sekumpulan koleksi buku atau bahan lainnya yang diorganisasikan dan dipelihara untuk pengunaan/keperluan (membaca, konsultasi, belajar, meneliti), dikelola oleh pustakawan dan staff terltih lainnya dalam rangka menyediakan layanan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
   Dalam UUD No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustaaan Bab 1 Pasal 1 dinyatakan bahwa Perpustakaan adalah instusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
   Inteernasional Federation of Library Assosiations and Instituitions (IFLA) mendefenisikkan perpustakaan dengan pengertian yang sabat sederhana yaitu kumpulan bahan cetak dan non cetak dan/atau sumber nformasi dalam kamputer yang disusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai. Definisi IFLA  ini  mencakup tiga hal yaitu unsur koleksi (buku dan terbitan cetak dan non cetak), disimpan menurut sistem tertentu saja, untuk
3
kepentingan pemakai.
Untuk menyatakan sesuatu kumpulan koleksi atau institusi sebagai perpustakaan atau tidak, minimal dapat melihat 3 (tiga) aspek yaitu  adanya bahan perpustakaan (library materials), adanya proses penyimpanan yang mengacu kepada suatu sistem, dan memberikan layanan kepada pengguna. Jurusan Ilmu Perpustakaan Univesitas Indonesia pernah mendefinisikan Ilmu Perpustakaan sebagai ilmu yang mempelajari rekaman informasi, cara memperoleh, mencatat, menyimpan dan menemukannya kembali untuk diayagunakan. Definisi ini lebih terbuka menyatakan bahwa ilmu perpustakaan sebagai ilmu dan profesi yang mempelajari rekaman informasi yang keberadaanya tidak hanya di suatu perpustakaan, boleh pada lembaga arsip, dokumentasi, clearing house, pusat referal dan lembaga pengelola informasi lainnya. Akan tetapi setelah melihat dan mengalami pengaplikasian teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan, sehingga konsep objek ilmu perpustakaan tidak terbatas pada perpustakaan melainkan kepada informasi yang terkam.

2.1.2              Jenis-Jenis Perpustakaan
Terjadinya berbagai jenis perpustakaan diakibatkan oleh faktor atau kriteria yaitu koleksi atau bahan perpustakaan, masyarakat pengguna dan isntitusi atau lembaga tempatnya bernaung. Akan tetapi faktor koleksi dan pengguna mungkin yang lebih dominan. Pertumbuhan Berbagai Jenis Bahan Perpustakaan. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan Sangat Pesat . Kebutuhan Informasi Pengguna yang Berbeda-beda
   Meliahat kegiatan perpustakaan sehari-hari, diketahui adanya Perpustakaan Umum, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Khusus.
a. Perpustakaan Umum
Perpustakaan Umum (public library) menurut Reitz (2004) adalah “A library or library system that provides unrestricted access to library resources and services free of charge to all the resident of a given community, district, or geographic region, supported wholly or in part by publics funds”. Perpustakaan Umum adalah sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumberdaya perpustakaan dan layanan
4
gratis kepada warga masyarakat di daerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebahagian dari dana masyarakat (pajak). Menyimak definisi di atas, Perpustakaan Umum memiliki tugas yang sangat luas dalam hal penyediaan akses informasi kepada masyarakat.
Pada tahun 1972 Unesco mengeluarkan Manifesto Perpustakaan Umum yang menyatakan bahwa perpustakaan umum harus terbuka bagi semua orang tanpa membeda-bedakn warna kulit, jenis kelamin, usia, kepercayaan, ras. Ada 4 butir isi Manifesto
(a) Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka kea rah kehidupan yang lebih baik.
(b) Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, terutama informasi mengenai topic yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
(c) Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat Sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka.
(d) Bertindak selaku agen cultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.
   Untuk menggolongkan suatu perpustakaan termasuk ke dalam jenis perpustakaan umum, setidak-tidaknya melihat empat unsur sebagai kriteria yaitu:
(a) Koleksi perpustakaan umum harus terbuka bagi semua warga untuk keperluan rujukan maupun untuk peminjaman.
(b) Seluruh atau sebahagian besar anggaran perpustakaan umum diperoleh dari dana masyarakat umum, baik dari tingkat lokal maupun nasional. Dana masyarakat umum yang dimaksud adalah diperoleh dari pajak.
(c) Jasa pelayanan yang diberikan kepada semua warga adalah cuma-Cuma atau gratis
(d) Koleksinya mencakup semua jenis bahan perpustakaan bagi semua warga dan dalam semua subjek atau topik.

5
b.         Perpustakaan Sekolah
Dalam pengertian yang sederhana perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang dikelola serta terdapat disekolah dengan tujuan membantu sekolah untuk mencapai tujuannya.
Menurut Reitz (2004) mendefenisikan Perpustakaan Sekolah (school library), A library in a public or private elemantary or secondary school that serves the information needs of its students and curriculum needs of its teachers and staff, usually managed by a school librarian or media specislist. A school collection usually contains book, periodical, and educational media suitable for the garde levels served. Defenisi diatas menyatakan bahwa Perpustakaan Sekolah adalah suatu perpustakaan yang berada pada jenjang sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan baik milik pemerintah (negeri) maupun swastayang melayani kebutuhan informasi siswanya, kebutuhan kurikulumdari guru dan staf; biasanya dkeloal oleh pustakawan sekolah ataupun spesialis media. Perpustakaan Sekolah adalah suatu perpustakaan yang berada pada jenjang sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan baik milik pemerintah (negeri) maupun swasta yang melayani kebutuhan informasi siswanya, kebutuhan kurikulum dari guru dan staf;  biasanya dikelola oleh pustakawan sekolah ataupun spesialis media.
c.    Perpustakaan Perguruan Tinggi
Secara sedarhana perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan ang dikelola oleh perguruan tinggi dengan tujuaan membantu tercapainya tujuan perguruan tinggi.
Reitz (2004) mendefenisikan Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai berikut, A library or library system established, administered, and funden by a university to meet te information, ressearch, and curiculum needs of its students, faculty, and staff. Defenisi ini menyatakan bahwa perpustakaan perguruan tinggi adalah sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang dibangun, diadministrasikan dan didanai oleh sebuah universitas untuk memenuhi kebutuhan informasi, penelitian dan kurikulum dari mahasiswa, fakultas dan stafnya.
d.      Perpustakaan Khusus
Perpustakaan khusus adalah perpustaaan yang diselenggarakan oleh lembaga atau instansi negara, pemerintah, pemerintah negara ataupun lembaga atau institusi swasta yang layanannya diperuntukkan bagi pengguna di linkungan lembaga atau instansi yang
6
bersangkutan.
Menurut Reitz (2004)  menyatakan bahwa Perpustakaan Khusus (special librar), A library established and funden by a commercial firm, private association, goverment agency, nonprofit organization’s mission and goals. The scope of collection is usually limited to the interest of its host organization. Defenisi ini menyatakan bahwa perpustakaan khusus aadalah suatu perpustakaan yang dibangn dan didanai oleh suatu perusahaan komersial, asosiasi masyarakat, badan pemerintah, organisasi nirlaba atau kelompok interes khusus dalam rangka memenuhi atau menciptakan misi dan tujuan organisasi tersebut.
Perpustakaan Nasional mendefinisikan perpustakaan perguruan tinggi sebagai perpustakaan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan tinggi yang layanannya diperuntukkan sivitas akademika perguruan tinggi yang bersangkutan
Tujuan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia adalah untuk memberikan layanan informasi untuk kegiatan belajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan perguruan tinggi benar-benar diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan dan pelaksanaan Tri Dahrma itu.
Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh lembaga atau instansi negara, pemerintah, pemerintah daerah, ataupun lembaga dan/atu institusi swasta yang layanannya diperuntukkan bagi pengguna di lingkungan lembaga dan/atau instansi yang bersangkutan.
e.          Perpustakaan Khusus
Perpustakaan khusus adalah suatu perpustakaan yang dibangun dan didanai oleh suatu perusahaan komersial, assosiasi swasta, badan pemerintah, organisasi nirlaba atau kelompok interes khusus dalam rangkan memenuhi atau mencapai misi dan tujuan organisasi tersebut.

2.1.3 Fungsi Perpustakaan
Fungsi perpustakaan selalu dkaitkan dengan jenis perpustakaan dan misi yang diembannya. Maka setiap perpustakaan memiliki fungsi yang berbeda.
7
Secara umum fungsi perpustakaan yaitu:
1.         Penyimpanan
Tugas pokok perpustakaan adalah menyimpan bahan perpustakaan yang diterimanya tugas inilah yang menyebabkan perpustakaan selalu disebut dengan istilah document storage.
2.         Pendidikan
Perpustakaan adalah tempat belajar seumur hidup terlebih-lebih kepada mereka yang sudah bekerja atau telah meninggalkan bangku sekolah ataupun putus sekolah.
3.         Penelitian
Perpustakaan bertugas menyediakan bahan perpustakaan ( penyedia materi) untuk keperluan penelitian.
4.         Informasi
Informasi sudah merupakan pengolahan data perpustakaan yang disediakan dengan data pemakai.
5.         Kultural
Perpustakaan bertugas menyimpan khasanah budaya bangsa khususnya berupa media yang merekam informasi, naskah, manuskrip dan/atau dokumen lainnya.
Sedangkan menurut  Wardita (1998) perpustakaan memiliki sejumlah fungsi yaitu:
1.         Fungsi edukatif
2.         Fungsi informasi
3.         Fungsi tanggung jawab administrasi
4.         Fungsi rekreasi
5.         Fungs riset
2.2 Knowledge Managament ( Pengorganisasian Pengetahuan )
2.2.1 Pengertian Knowledge Management ( Pengorganisasian Pengetahuan )
Ahli teknologi informasi seperti pengembang software, programmer, dan teknologi serupa, menitikberatkan pada hardware, software, network dan telekomunikasi. Demikian juga ahli pendidikan, memiliki persepsi dan definisi sendiri tentang knowledge management.
Meskipun knowledge management didefinisikan dan diterapkan dalam berbagai lapangan yang berbeda, namun secara umum dapat ditarik pengertian bahwa knowledge management  
8
menekankan:
§ adanya usaha yang serius untuk meningkatkan sistem kognisi (organisasi, manusia, komputer, atau gabungan manusia dan sistem komputer);
§ adanya aset-aset pengetahuan yang dikelola, yang berasal dari dalam dan luar organisasi, individu atau kelompok;
§ adanya proses pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan penggunaan pengetahuan tersebut untuk mencapai tujuan tertentu;
§ adanya penyebaran pengetahuan dan pengalaman baik melalui akses langsung ke database maupun melalui sharing dan kolaborasi ke lingkungan internal dan eksternal organisasi,
§ adanya kreativitas dan inovasi menciptakan pengetahuan baru.

Pengetahuan (knowledge) sendiri memiliki pengertian yang ambiguitas (tidak jelas). Tidak ada kesepakatan tentang apa pengetahuan itu. Ada ilmuwan yang menyamakan pengetahuan dengan informasi, ada pula yang membedakannya.
Wenig (1996) memberi definisi pengetahuan sebagai pemahaman terhadap proses sistem kognitif. Pengetahuan merupakan justified true believe (membenarkan kebenaran atas kepercayaannya). Pengetahuan merupakan sesuatu yang eksplitsit (terang, nyata tegas sekaligus terbatinkan (tacit). Penciptaan pengetahuan secara efektif bergantung pada konteks yang memungkinkan terjadinya penciptaan tersebut
Penciptaan pengetahuan melibatkan lima langkah utama: berbagi tacit, menciptakan konsep, membenarkan konsep, membangun prototype, dan melakukan penyebaran pengetahuan di berbagai fungsi dan tingkat si
Struktur bidang pengetahuan sebagai pengantar kepada klasifikasi perpustakaan (prolegmena to library classifcation) dapat dibagi atas :
§   Decachotomy (decimal classification)
9
- Polychotomy (expansive classification yang dibuat oleh Charles A. Cutter)
§   Proliferation (perkembangbiakan –kompleks subyeks)
§   Unlimited proliferation
2.2.2 Manfaat Knowledge Management
Menurut Frappaolo dan Toms (2000), fungsi aplikasi knowledge management dalam suatu organisasi ada lima, yaitu:
1.         Intermediation: yaitu peran perantara transfer pengetahuan antara penyedia dan pencari pengetahuan. Peran tersebut untuk mencocokkan (to match) kebutuhan pencari pengetahuan dengan sumber pengetahuan secara optimal. Dengan demikian, intermediation menjamin transfer pengetahuan berjalan lebih efisien.
2.         Externalization: yaitu transfer pengetahuan dari pikiran pemiliknya ke tempat penyimpanan (repository) eksternal, dengan cara  seefisien mungkin. Externalization dengan demikian adalah menyediakan
3.         Internalization: adalah “pengambilan” (extraction) pengetahuan dari tempat penyimpanan eksternal, dan menyaringan pengetahuan tersebut untuk disediakan bagi pencari yang relevan. Pengetahuan harus disajikan bagi pengguna dalam bentuk yang lebih cocok dengan pemahamannya. Maka, fungsi ini mencakup interpretasi format ulang penyajian pengetahuan.
4.         Cognition adalah fungsi suatu sistem untuk membuat keputusan yang didasarkan atas ketersediaan pengetahuan. Cognition merupakan penerapan pengetahuan yang telah berubah melalui tiga fungsi terdahulu.
5.         Measurement, yaitu kegiatan knowledge management untuk mengukur memetakan dan mengkuantifikasi pengetahuan korporat dan performance dari solusi knowledge management. Fungsi ini mendukung empat fungsi lainnya, untuk mengelola pengetahuan itu sendiri.
2.2.3 Penerapan Knowledge Management di Perpustakaan
Ada tiga aspek yang berkaitan dengan penerapan knowledge management di
10

organisasi,    sbb:
   People aspects, yaitu terdiri dari pendidikan, pengembangan, rekrutmen, motivasi, organisasi, uraian pekerjaan, perubahan budaya organisasi, dan mendorong adanya pengembangan pemikiran, kerjasama dan partisipasi seluruh karyawan (share knowledge to creating value through social interaction).
   Process aspects, yaitu terdiri dari proses inovasi, continues improvement, dan perubahan radikal seperti reengineering.
   Technology aspects, yaitu terdiri dari informasi dan decision support system, knowledge based system, dan data mining system.

2.2.4 Penciptaan Pengetahuan
Davenport (1998: 52-67) menyebutkan ada 5 metode lain yang dapat digunakan untuk menciptakan knowledge dalam perusahaan (five modes of knowledge generation) yaitu sebagai berikut:
1. Acquisition, yaitu menyewa, membeli, atau merekrut orang atau perusahaan yang telah memiliki intangible assets sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Intangible assets tersebut diharapkan dapat memberikan skill dan pengalaman mereka untuk dikembangkan dalam perusahaan. Menyewa konsultan termasuk salah satunya.
2. Dedicated resources, yaitu menciptakan suatu unit kerja tertentu yang bertanggung jawab terhadap pengembangan pemikiran/ide-ide baru. Pembentukan atau pengembangan divisi sumber daya manusia adalah salah satu contoh.
3. Fusion, yaitu membangun kerjasama tim (teamwork) yang terdiri dari berbagai orang dari latar belakang/perspektif keahlian yang berbeda-beda untuk menciptakan sinergi.
4. Adaptation, yaitu melakukan penyesuaian terhadap perkembangan pasar. Untuk hal ini sangat dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu menyerap dan memanfaatkan new knowledge dan skill secara cepat.
11
5. Networks, yaitu knowledge yang dihasilkan dari pembentukan tim non struktural dan tim informal yang dibentuk sendiri oleh pegawai berdasarkan minat tertentu. Jika tim-tim ini semakin meluas dalam perusahaan maka network akan terbentuk. Networks dapat pula dibentuk melalui pembicaraan langsung, lewat telepon, lewat e-mail, dan groupware untuk saling share expertise dan solve problem bersama-sama.
2.2.5 Proses Konversi Knowledge
Empat proses konversi knowledge (lihat Nonaka, 1995 : 62-70)
1.         Socialization adalah konversi dari tacit knowledge ke tacit knowledge. Proses mentransfer pengalaman untuk menciptakan tacit knowledge melalui aktivitas pengamatan, imitasi, dan praktek. Misalnya terjadi ketika seorang individu berbagi tacit knowledge secara langsung dengan orang lain, seperti melalui diskusi, seminar, percakapan dan sebagainya. Proses ini tidak cukup hanya dilakukan dengan mendengarkan dan berpikir.
2.      Externalization adalah konversi dari tacit knowledge ke explicit knowledge. Proses mengungkapkan dan menterjemahkan tacit knowledge ke dalam konsep yang eksplisit seperti buku, manual, laporan, dan sebagainya.
3.      Combination adalah konversi dari explicit knowledge ke explicit knowledge.         Proses mengkombinasikan explicit knowledge yang berbeda menjadi explicit knowledge yang baru melalui analisis, pengelompokan, dan penyusunan kembali. Alat untuk melakukan proses ini misalnya database dan computer network.
4.                        Internalization adalah konversi dari explicit knowledge ke tacit knowledge. Proses penyerapan explicit knowledge, terjadi ketika explicit knowledge dimanfaatkan bersama (sharing) melalui organisasi dan jaringan informasi untuk memperluas mengkerangkakan kembali (reframe) dan mengembangkan tacit knowledge-nya. Biasanya dilakukan melalui belajar sambil bekerja atau melakukan simulasi (lihat Kirk, 1999; Malhotra, 1997; Malhotra, 2000).
2.2.6 Proses Pengadaan Pengetahuan
1.      Pengadaan pengetahuan merupakan langkah mengumpulkan aset-aset pengetahuan yang dihasilkan oleh proses penciptaan pengetahuan. Pengetahuan tidak hanya dapat diraih dari buku manual atau literatur, tetapi pengetahuan juga dapat diraih dengan metafora, intuisi,                 12
dan pengalaman.
2.                        Peran perpustakaan pada tahap ini adalah menciptakan penyimpanan pengetahuan (create knowledge repositories) yang terintegrasi dengan sistem perpustakaan, misalnya: database buku, jurnal dan lain-lain.
3.                        Pengadaan pengetahuan lazim juga disebut juga dengan perekaman pengetahuan (knowledge capture). Proses knowledge capture memerlukan kemampuan penyimpanan dan kode yang terprogram untuk menyimpan modal pengetahuan dalam bentuk terbacakan mesin.
4.                        Kegiatan dalam proses ini misalnya: untuk tacit melalui wawancara, brainstroming, konsultasi, dll.; untuk explicit dengan pembelian buku, download, fotokopi, dll.

2.2.7 Penyaringan Pengetahuan
1.                        Dalam praktiknya pengetahuan diperoleh melalui suatu seleksi atau proses penyaringan (filtering process). Proses ini berguna untuk mempertimbangkan mana informasi yang tepat untuk digunakan dan mana yang harus diabaikan. Keputusan untuk meneriman atau menolak sangat bergantung pada persepsi atau relevansi informasi dalam konteks kedekatan (immediate context). Elemen dasar seperti proses yang digambarkan berikut, menunjukkan bahwa seseorang harus memutuskan informasi mana yang akan diambil untuk menambah tempat penyimpanan pengetahuannya.
2.                        Faktor utama yang menentukan mana informasi yang akan dinilai, adalah relevansi informasi bagi penerima. Relevansi juga berarti bahwa seseorang akan lebih memperhatikan ke informasi yang berhubungan dengan minatnya atau kepada problem yang sedang dihadapi.
3.                        Kegiatan ini lebih dekat kepada pengolahan explicit knowledge, atau knowledge yang telah terekam. Di tingkat organisasi misalnya seperti perpustakaan dikenal dengan istilah klasifikasi, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan representasi pengetahuan yaitu penomoran bahan pustaka. Pemberian nomor berdasarkan klasifikasi desimal DDC
13
4.                        untuk koleksi berbentuk hardcopy. Sedang dalam lingkungan internet (web resource description and discovery), untuk koleksi berbentuk digital digunakan standar metadata Dublin Core.
5.                        Metadata adalah data yang terstruktur, dilengkapi dengan kode, mendeskripsikan ciri-ciri satuan-satuan pembawa informasi, dan membantu identifikasi, penemuan, penilaian, dan pengelolaan satuan pembawa informasi tersebut (Aditirto, 2001: 10).
Sistem Organisasi Pengetahuan atau Knowledge Organization Systems (KOSs) untuk perpustakaan digital dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
   Daftar istilah (term list), yang menekankan pada daftar istilah bahkan dengan definisinya. Kelompok ini terdiri dari authority files, glossary, kamus dan gazetteer.
   Klasifikasi dan kategori-kategori (classification and categories), yang menekankan pada pembuatan seperangkat subyek, yang terdiri dari tajuk subyek, bagan klasifikasi, taksonomi, dan bagan kategori.
   Daftar antar-hubungan (relationship list), yang menekankan pada hubungan antar istilah-istilah dan konsep-konsep yang terdiri atas thesaurus, semantic network dan ontologis.
Sistem organisasi pengetahuan ini digunakan untuk organisasi materi dan tujuan mengelola koleksi dan sistem temu kembali. Sistem bertindak sebagai jembatan antara kebutuhan informasi pemakai dengan materi dalam koleksi.
Untuk kegiatan dalam organisasi misal seperti perpustakaan rules yang digunakan dalam proses ini telah berbentuk tertulis. Misalnya: Standar klasifikasi desimal (DDC), Dublin Core, KOSs, dll. Namun jika kegiatan tersebut dilakukan oleh agen, rules tergantung pada bagaimana ia mengorganisasi pengetahuan yang ia miliki. Misal: dengan membuat struktur kategori folder di komputer berdasarkan bidang-bidang tertentu, dll.
2.2.8 Penyimpanan Pengetahuan
Kegiatan pengorganisasian selalu diikuti dengan kegiatan penyimpanan. Jika kegiatan dilakukan di tingkat organisasi, pengetahuan disimpan dalam penyimpanan pengetahuan (knowledge repository) misalnya: server, yang dapat diakses secara kolektif untuk
14
pemanfaatan bersama. Adanya knowledge repository ini dan ketersediaan data di dalamnya
merupakan prasyarat terjadinya pertukaran dan penggabungan pengetahuan yang memungkinkan terciptanya pengetahuan baru.
Teknologi informasi yang dapat digunakan dalam proses ini adalah Relational Database Management System (RDBMS), misalnya: database katalog seperti OPAC, WEBPAC dll.
Untuk tingkat individu biasanya proses ini dilakukan sendiri-sendiri dan tergantung pada individu yang melakukan proses. Biasanya pengetahuan disimpan dalam penyimpanan milik pribadi, misalnya harddisk komputer kerja atau komputer sendiri, USB dan disket.
  
2.2.9 Penyebaran dan Akses Pengetahuan
Penyebaran pengetahuan bisa dilakukan dengan meningkatkan akses (improve knowledge access) dan transfer pengetahuan organisasi, seperti melalui penciptaan jaringan pakar (expert networks) di mana individu dengan keahlian yang diharapkan, terorganisasi secara formal dalam suatu jaringan dan melakukan kontak satu sama lain, menggalang komunitas dengan minat yang sama (creating a community of interest).
Strategi penyebaran pengetahuan dapat berdasarkan permintaan pemakai misalnya untuk akses secara langsung dan cepat terhadap sumber-sumber pengetahuan, dan kapasitas teknologi untuk menyebarkan informasi secara simultan dan murah. Hal tersebut dimungkinkan oleh kecanggihan dan keterjangkauan situs Internet sebagai jalan raya informasi global, yang terbuka untuk semua orang dengan sarana komputer, modem dan telepon (lihat Fahmi, 2001)
2.2.10 Pemanfaatan Pengetahuan
Pemanfaatan pengetahuan explicit (dengan cara akses dan sharing) dan tacit (dengan cara dialog dan learning) akan melahirkan ide-ide baru yang menjadi awal terciptanya pengetahuan baru. Proses ini terjadi, hanya dimungkinkan terbukanya akses ke sumberdaya pengetahuan kolektif.
15
   Akses pengetahuan adalah suatu proses pengambilan (extraction) pengetahuan dari knowledge repository.
   Beberapa hal yang berkaitan dengan akses adalah:  keanggotaan (membership), ketersediaan data (misal: full teks, abstrak, dll.), dan layanan yang bersifat terbuka untuk siapa saja. Teknologi yang dibutuhkan dalam proses ini adalah teknologi untuk knowledge sharing.
   Dengan mengelola knowledge, maka pustakawan akan semakin kreatif dan inovatif sehinggga kemampuannya dalam menghasilkan produk atau melakukan pelayanan meningkat.















16
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengetahui keadaan dan kondsi serta system perpustakaan maka dilakukan observasi untuk mengetahui gambaran tentang perpustakaan yang akan diteliti. Peneliti melakukan observasi di salah satu perpustakaan sekolah dengan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam bentuk wawancara langsung kepada kepala dan/atau staf pepustakaan tersebut.
Berbagai pertanyaan diajukan untuk mengetahui  gambaran umum sistem perpustakaan  yang di terapkan di Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara. Mengetahui keadaan dan kondisi perpustakaan dilakukan pengamatan langsung kepada objek yang diamati salah satunya gedung. Wawancara terutama meminjaman data perpustakaan yang berkaitan dengan penelitian ini untuk selanjutnya dianalisis dan diambil kesimpulan serta informasi yang sesuai.
3.2 Teknik Analisis Data
Data yang berupa kalimat-kalimat yang dikumpulkan melalui observasi dengan memberikan pertanyaan, wawancara sebagian mengumpulkan data berupa database diolah dan di analisis supaya menghasilkan kesimpulan yang valid.
Peneliti menggunakan tiga komponen pokok dalam tahap analisis, yaitu dengan pertanyaan, pengamatan dan penguraian data. Pertanyaan merupakan proses  memfokusan untuk mendapatkan sistem yang ada dalam  perpustakaan. Proses pemfokusan ini bagian dari analisis yang mempertegas, memperjelas untuk tahap pengamatan. Proses ini berlangsung sepanjang pelaksanaan penelitian dan saat pengumpulan data, setelah data yang dikumpulkan lebih fokus kepada system dan kondisi. Selanjutnya pada tahap pengamatan dan penguraian data peneliti menjabarkan permasalahan sehingga kesimpulan akhir dapat diperoleh.



17
BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1  SEJARAH SINGKAT
Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara  berdiri pada tahun yang sama dengan pemekaran kabupaten Labuhanbatu Utara yaitu pada tahun 2009 . Perpustakaan daerah Labuhanbatu utara beralamat di Jl. Jendral Sudirman Kec. Kualuh Hulu, layanan perpustakaan daerah ini dilaksanakan di  dalam satu ruangan tepatnya disamping kantor pemadam Kebakaran.
Perpustakaan daerah ini di bangun untuk memenuhi kriteria  kabupaten, sehingga di bangunlah perpustakaan daerah.
GEDUNG PERPUSTAKAAN
Gedung perpustakaan terdiri dari  1 lantai,dengan luas bangunan kira-kira 240 m3, dengan perincian Panjang 10 m  Lebar 6 m  dan Tinggi 4 m  yang terdiri dari beberapa tempat yaitu:
-          Tempat Referensi
-          Tempat Baca
-          Tempat Pimpinan
-          Tempat Sirkulasi Umum
-          Tempat Koleksi Umum
-          Tempat Tandon
-          Tempat Pengolahan
  
4.2  FUNGSI DAN TUJUAN :
1.      Fungsi :
-          Edukasi atau pendidikan; sebagai sumber dan tempat belajar
-          Informasi; mencari dan menyebarkan informasi
-          Rekreasi;menyediakan tempat yang aman dan nyaman sehingga mempunyai daya tarik bagi para pengunjung
18
-          Publikasi; menyebarluaskan berbagai informasi dari berbagai sumber
-          Penerangan.
-          Dokumentasi
-          Inspirasi
-          Sumber kebudayaan

                        2.Tujuan
            Perpustakaan ini mempunyai tujuan utama yaitu menujang pelaksanaan program pendidikan. diantaranya:
-          Memenuhi keperluan informasi
-          Menimbulkan minat baca siswa
-          Memperluas pengetahuan siswa
-          Membantu pengembangan budaya dan daya fikir siswa
-          Menyediakan bahan pustaka
-          Menyediakan tempat belajar

4.3  STAF PERPUSTAKAAN DAERAH LABUHANBATU UTARA
Staf perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara saat ini berjumlah 8 orang dengan pembagian tugas sebagai berikut:
Dilakukan pembagian tugas untuk mengorganisasikan bahan perpustakaan. Setiap pustakawan  melakukan kegiatan bagian tugas diperpustakaan yang meliputi pengadaan sampai Peminjaman.





19
NO
NAMA
JABATAN
1
Baharuddin Munthe
Kepala Kantor
2
Ridnawati
Kasubag Tata Usaha
3
Halimatus Sakdiah
Kepala Seksi Perpustakaan dan Deposit
4
Rio Risman Berry
Kepala Seksi Kearsipan Dokumen
5
Ismail
Staf
6
Junaidi Hamzah
Staf
7
Juliadi Pohan
Staf
8
Nenny Marliana Mariana Sitinjak
Staf

4.4  LAYANAN
a.       Jenis Layanan Perpustakaan Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara menyediakan beberapa jenis layanan diantaranya :
-          Koleksi Umum ; menyediakan buku-buku yang bisa di pinjam dan dibawa pulang .
-          Koleksi referensi ;menyediakan buku-buku yang hanya boleh di baca di tempat(ensiklopedi,kamus ,himpunan perundang-undangan)
-          Koleksi Tandon ;menyediakan buku-buku sebagai koleksi cadangan perpustakaan.
b.      Sistem Pelayanan
-          Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara menggunakan system pelayanan terbuka,sehingga setiap pengguna dapat dengan bebas mencari sendiri bahan pustaka yang dibutuhkannya
-          Untuk mempermudah pengguna untuk menemukan bahan pustaka, perpustakaan menyediakan pusat informasi data dengan menggunakan OPAC tetapi hanya dua unit computer,sehingga masih staff perpustakaannya yang menjalankannya.
c.       Peminjaman Bahan Pustaka :
-          Masyarakat dan siswa – siswi  boleh meminjam bahan pustaka sebanyak dua buku dengan dua judul dalam sekali transaksi. lama peminjaman dua minggu dan boleh diperpanjang lagi selama dua minggu.
20
d.      Jam layanan:
-          Perpustakaan buka hari senin s/d jumat, pukul 08.30 s/d 16.00 Wib
-          Jam layanan: pukul 08.00-12.00, istirahat 12.00-13.00, dibuka kembali 13.00-16.00 Wib

4.5  KOMPUTERISASI DATA:
Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara  sekiranya telah menggunakan komputerisasi data bahan perpustakaan.Tetapi hanya 2 unit komputer dan belum semua di masukkan datanya sehingga masih menggukan catatan manual .
4.6  PENGADAAN
 Pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara dilakukan melalui:
1.      Pembelian :
-          Mengajukan pembelian buku.
Periode pembelian satu kali dalam setahun tepatnya untuk memenuhi buku pinjaman.
2.      Hadiah
Pengadaan bahan pustaka dari hadiah di perpustakaan jarang ada

3.      Bantuan
Bantuan dari Dinas Pendidikan, Departemen Agama, PLN dan DPRD.

4.      Tukar menukar bahan pustaka
Tukar menukar bahan pustaka di perpustakaan belum pernah dilakukan
5.      Titipan
Titipan bahan pustaka di perpustakaan ini tidak pernah ada.




21
4.7  PROSES SELEKSI BAHAN PUSTAKA
Proses  seleksi bahan pustaka di perpustakaan ini , hanya  menggunakan analisis kebutuhan pengguna, dan tidak melakukan analisis pasar. Pihak perpustakaan hanya memberikan
anggaran kepata penerbit, selebihnya buku yang akan di beli, tergantung pada penerbit yang memenangkan tender.
Alat bantu yang digunakan dalam  proses seleksi menggunakan data secara manual.

4.8  ALUR BAHAN PUSTAKA
Bahan pustaka yang masuk ke Perpustakaan SMK N 1 Padangsidimpuan, hingga didistribusikan kepada pengguna melalui beberapa tahap yaitu:
1.      Buku masuk ke bagian pengadaan:
-          Dicek kesesuaiannya dengan pemesanan
-          Di inventarisasi (pemberian No.Induk)
2.      Buku diserahkan kepada pengolahan:
-          Diolah (pembuatan No.Kelas) berdasarkan DDC
-          Menempelkan label
-          Menempelkan kantong lidah, dan due slip
-          Menyampul buku
-          Buku masukan ke ruang koleksi (dilakukan secara bersama-sama)
-           
4.9  JUMLAH KOLEKSI BERDASARKAN JENIS

NO
JENIS
KOLEKSI

ANGGARAN

         12/13
JUDUL
EKSEMPLAR
1
Buku
1.047
3.651
2
Majalah Langganan
1 perminggu
1 perminggu


22
4.10     STUKTUR ORGANISASI

STRUKTUR ORGANISASI
PERPUSTAKAAN
STAF
KATAGOLISASI
SIRKULASI
REFERENSI
SERIAL
TANDON
KEPALA SEKSI KEARSIPAN DOKUMENTASI
KEPALA SEKSI PERPUSTAKAAN DAN DEPOSIT
KASUBAB TATA USAHA PPERPERPEUYYYTPERPERPUSTAKAAN

KEPALA KANTOR
 



















23
         BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.1  KESIMPULAN
Perpustakan daerah Labuhanbatu Utara merupakan perpustakaan yang mengikuti aturan dan pengklasifikasian menurut DDC. Perpustkaan ini mempunyai prioritas utama yaitu membantu meningkatkan mutu pendidikan di daerah Kab. Labuhanbatu Utara. Peningkatan mutu perpustakaan terus dilakukan salah satunya dengan Study Banding untuk mempelajari pengorganisasian pengetahuan yang ada di Perpustakaan Labuhanbatu.

5.1.2  SARAN
Berdasarkan pembahasan, saran penulis adalah sebagai berikut:
1. Perlunya perubahan system dari manual kesisem komputerisasi untuk mempermudah semua pengorganisasian pengetahuan di Perpustakaan daerah Labuhanbatu Utara.
2. Perlunya penambahan ruangan untuk mempermudah mengorganisasikan bahan pustaka serta untuk kenyaman para pembaca.
3. Penambahan Staf  yang ahli dalam perpustakaan, sehingga pengklasifiasian tidak lagi di lakukan di perpustakaan Labuhanbatu.





24
DAFTAR PUSTAKA
Hasugian, Jonner.2009. Dasar-Dasar Perpustakaan dan Informasi. Medan : USU Press
Dewiyana, Himma.2012.Knowledge Management.Medan
















25









Tidak ada komentar:

Posting Komentar