PRAKATA
Puji
dan syukur yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada Allah SWT. Tak lupa
shalawat beriringkan salam kami hadiahkan kepada junjungan alam, Nabi Besar
Muhammad SAW. atas berhasilnya makalah
kami yang berjudul Keterampilan Berbahasa
Indonesia ini disusun.
Serta
tak lupa ucapan terima kasih kami kepada ibu Dr. Gustianingsih, M.Hum selaku
dosen mata kuliah Bahasa Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya pada Jurusan Ilmu
Perpustakaan dan Informasi yang telah berkenan membimbing kami untuk dapat
menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Materi
dalam makalah ini disampaikan dengan bahasa yang singkat, padat dan sederhana
serta mudah untuk dipahami. Kami selaku penulis berusaha untuk menyusun materi
dalam makalah ini secara berurutan, dengan harapan para pembaca dapat berfikir
sistematis nantinya.
Makalah
ini sangat diharapkan dapat bermanfaat bagi kami selaku penulis dan juga para
pembaca. Walaupun demikian, di dalam makalah ini dipastikan terdapat banyak
kekurangan. Baik itu dari segi isi, sistematika penulisan dan juga gaya bahasa
yang kami gunakan. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun pada makalah kami ini untuk perbaikan pada makalah kami
selanjutnya.
Akhirnya,
kepada Allah SWT kami mohon ampun dan kepada para pembaca, kami mohon untuk
dimaafkan.
Medan,
15 November 2013
Penulis,
Kelompok 2
BAB
II
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang dan Masalah
1.1.1 Latar
Belakang
Bahasa
Indonesia adalah bahasa yang telah disahkan menjadi bahasa nasional berdasarkan
Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun sangat
disayangkan, hanya segelintir orang saja yang mempunyai keterampilan berbahasa
Indonesia yang baik dan benar.
Dengan
adanya fenomena seperti ini, menggugah hati kami dan menyadarkan fikiran kami
untuk menghadirkan sebuah makalah yang berkompetensi dengan isi (content) yang
disusun sesistematis mungkin dan dapat menjelaskan secara rinci tentang
keterampilan berbahasa Indonesia.
Diharapkan,
dengan hadirnya makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang
keterampilan berbahasa Indonesia serta dapat menumbuh-kembangkan rasa cinta
kita kepada Bahasa Indonesia selaku bangsa Indonesia. Tidaklah mungkin orang
asing yang mengembangkan bahasa negri kita kalau bukan kita yang mengembangkannya
sendiri.
Namun,
suatu kemustahilan kita bersedia mengembangkan ataupun merasa bangga terhadap
Bahasa Indonesia jika kita tidak mengetahui apa yang harus dikembangkan dan apa
yang harus dibanggakan. Dalam hal ini, selain menunjukkan cara terampil berbahasa
Indonesia, kami juga berusaha menunjukkan cara memiliki keterampilan dalam
menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Membanggakan
bukan berarti menyombongkan. Tetapi, rasa bangga terhadap Bahasa Indonesia dan
membanggakannya adalah wujud cinta kita kepada Tanah Air kita sendiri.
1.1.2 Masalah
Dalam
makalah yang berjudul Keterampilan Berbahasa Indonesia ini, memiliki masalah
yang perlu untuk dikembangkan, yaitu :
1.
Apakah keterampilan berbahasa itu?
2.
Bagaimana keterampilan menyimak?
3.
Bagaimana keterampilan berbicara?
4.
Bagaimana keterampilan membaca?
5.
Bagaimana keterampilan menulis?
6.
Apa manfaat keterampilan berbahasa?
1.2 Tujuan
Penulisan
Diharapkan
dengan hadirnya makalah ini, para pembaca dapat :
1.
Mengetahui apa itu keterampilan
berbahasa
2.
Mengetahui cara agar memiliki
keterampilan menyimak
3.
Mengetahui cara agar memiliki
keterampilan berbicara
4.
Mengetahui cara agar memiliki
keterampilan membaca
5.
Mengetahui cara agar memiliki
keterampilan menulis
6.
Mengetahui manfaat dari keterampilan
berbahasa
1.3 Manfaat
Penulisan
Diharapkan
agar pembaca dapat memperoleh manfaat setelah memahami isi makalah kami yang
berjudul Keterampilan Berbahasa Indonesia ini. Baik itu cara agar memiliki
keterampilan berbahasa, berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Sehingga
menjadikan pembaca maupun l
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Keterampilan Berbahasa
Keterampilan
berbahasa adalah kemampuan pembicara atau penulis (encoding) menyampaikan pesan
melalui lambing bunyi (huruf) kepada pendengar atau pembaca (decoding).
2.2. Keterampilan Menyimak
Menurut Mulyati dkk (2007:10)
keterampilan menyimak (mendengar) adalah keterampilan memahami bahasa lisan.
Menyimak disini bukan sekedar menyimak rentetan bunyi bahasa, tetapi sekaligus
harus memahami makna yang terdapat di dalamnya.
1. Situasi Keterampilan Menyimak
Ada dua situasi
dalam ketermapilan menyimak, yaitu:
a.
Mendengarkan Secara Interaktif
Menyimak secara interaktif adalah
percakapan yang terjadi secara timbal balik antara pembicara (encoding) dengan
pendengar (decoding) dan aktivitas terjadi secara bergantian, contohnya telepon
dan telekompren.
b.
Menyimak secara Noninteraktif
Menyimak secara noninteraktif adalah
percakapan yang terjadi satu arah saja. Pembicara menyampaikan pikirannya
secara terus-menerus dan pendengar menyimak tanpa ada kesempatan untuk
memberikan tanggapan, contohnya menyimak khotbah dan radio serta menonton TV
dan film.
2. Langkah-langkah Keterampilan Menyimak
Untuk dapat menerima
pesan yang disampaikan encoding ada beberapa langkah yang harus diperhatikan
seperti berikut ini:
a.
Mengingat unsure bahasa yang didengar.
b.
Berupaya membedakan bunyi-bunyi yang dapat membedakan
arti.
c.
Memperhatikan tekanan kata dan intonasi kalimat.
d.
Memahami arti kata yang digunakan.
e.
Mengenali bentuk kata yang digunakan.
f.
Mendeteksi kata-kata kunci yang mengacu kepada topic.
g.
Memahami makna secara konteks yang sesuai.
3. Strategi Keterampilan Menyimak
Strategi
keterampilan menyimak bahasa supaya dapat menerima pikiran pembicara ada dua
macam, yaitu:
a.
Memusatkan Perhatian pada masalah yang sedang
dibicarakan, sehingga akan membantu untuk memahami masalah tersebut.
b.
Membuat catatan. Pada saat menyimak pembicara, usahakan
menulis hal-hal yang penting atau hal-hal yang baru bagi kita, supaya mudah
mengingatnya kembali bila diperlukan.
4. Jenis-jenis Keterampilan Menyimak
Jenis-jenis
keterampilan menyimak dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu:
a.
Menyimak kritis, adalah menyimak yang dilakukan dengan
sungguh-sungguh dan memberikan penilaian yang objektif.
b.
Menyimak kreatif, adalah kegiatan menyimak bertujuan
untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas tentang masalah yang sedang
disimak.
c.
Menyimak eksploratif, adalah menyimak yang bertujuan
untuk memperoleh informasi beru tentang masalah yang disimak.
2.3. KETERAMPILAN BERBICARA
Keterampilan berbicara
adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada
seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara berhadapan ataupun dengan
jarak jauh. Berbicara secara langsung adalah pembicara berhadapan langsung
dengan pendengarnya sedangkan berbicara tidak langsung adalah pembicara tidak
berhadapan langsung dengan pendengarnya.
1. Situasi Keterampilan Berbicara
Menurut Mulyati dkk (2007:11) situasi keterampilan berbicara ada tiga macam,
yaitu:
a.
Keterampilan berbicara interaktif, yaitu berbicara
secara tatap muka atau lewat telepon.
b.
Keterampilan berbicara semiinteraktif, yaitu berbicara
di depan penonton dan penonton tidak dapat melakukan kegiatan berbicara,
penonton hanya mendengarkan saja.
c.
Keterampilan berbicara noninteraktif, yaitu berbicara
di dalam televise atau radio.
2. Langkah-langkah Keterampilan Berbicara
Untuk dapat
menyampaikan pesan yang disampaikan encoding kepada decoding ada beberapa
langkah yang harus diperhatikan seperti berikut ini:
a.
Mengucapkan bunyi secara jelas, sehingga decoding dapat membedakannya.
b.
Menggunakan nada, tekanan, dan intonasi sesuai dengan
makna yang diinginkan encoding.
c.
Menggunakan pilihan kata yang tepat.
d.
Menggunakan bentuk kata yang tepat.
e.
Menggunakan bahasa yang sesuai situasi dan kondisi pada
saat berbicara.
f.
Penekanan terhadap pikiran utama yang diikuti pikiran
penjelas.
3. Jenis-jenis Berbicara
Dari cara
penyampaian pokok pikiran, berbicara itu dapat dibagi menjadi tujuh macam,
yaitu:
a.
Berdialog
Berdialog adalah
bertukar pikiran tentang sesuatu antara satu orang atau lebih. Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam berdialog adalah sebagai berikut:
1) Bagaimana
cara memulai percakapan.
2) Bagaimana
cara supaya menarik perhatian.
3) Bagaimana
cara mengemukakan pikiran-pikiran.
4) Bagaimana
cara menyela, menolak, menerima, menyarankan, dan memperbaiki pendapat lawan
bicara.
5) Bagaimana
cara menutup percakapan.
b. Menyampaikan
Pengumuman
Menyampaikan
pengumuman berarti menyampaikan sesuatu hal yang perlu diketahui oleh masyarakat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan pengumuman adalah sebagai
berikut:
1) Mendata
materi pengumuman yang akan disampaikan.
2) Urutan
materi pengumuman yang akan disampaikan.
3) Tekanan
kata dan intonasi kalimat yang sesuai.
4) Penampilan
yang menarik.
c. Bercerita
Bercerita ialah
menyampaikan kisah atau cerita kepada orang lain. Hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam bercerita adalah sebagai berikut:
1)
Mengetahui tingkat kemampuan audiens atau pendengar.
2)
Menguasai materi cerita.
3)
Menyampaikan gaya bercerita sesuai dengan yang
diinginkan pendengar.
4)
Menjelaskan pesan-pesan yang terdapat di dalam cerita.
5)
Menjawab pertanyaan pendengar, jika ada yang bertanya.
d.
Berpidato
Pidato ialah berbicara untuk
menyampaikan pikiran, perasaan, kemauan dari seseorang kepada sekelompok orang.
Pidato ialah menyampaikan pikiran secara lisan di depan penonton atau
pendengar.
e.
Berdiskusi
Diskusi adalah berbicara untuk bertukar
pikiran mengenai suatu masalah. Diskusi merupakan pertemuan ilmiah yang paling
sederhana dan sering sekali diskusi diadakan tanpa panitia dan tanpa
direncanakan untuk membicarakan sesuatu yang belum ada jalan keluar atau
penyelesaiannya.
f.
Wawancara
Wawancara adalah berbicara untuk
mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada seseorang yang dianggap mengerti
tentang sesuatu. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara terperinci tentang
masalah yang diinginkan.
g.
Musyawarah
Musyawarah adalah berbicara dalam
satu pertemuan yang bertujuan untuk mengambil keputusan yang tepat. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam musyawarah adalah sebagai berikut:
1)
Semua peserta musyawarah harus berpihak kepada
kebenaran.
2)
Kebenaran yang ditawarkan dapat didukung oleh fakta
nyata dan fakta logika.
3)
Keputusan harus didukung oleh semua pihak.
4)
Pihak yang mayoritas atau memang harus mengayomi pihak
minoritas atau yang kalah dan sebaliknya yang minoritas harus mengakui yang
mayoritas.
2.4. KETERAMPILAN MEMBACA
Keterampilan
membaca adalah memahami system tulisan (huruf, suku kata, kata, kelompok kata,
kalimat, paragraph, dan teks/buku) dan memahami arti atau makna yang terkandung
di dalamnya.
1. Langkah-langkah Keterampilan Membaca
Untuk dapat memahami arti dari suatu teks
atau buku, harus dipersiapkan sebagai berikut:
a. Mengenal
tulisan yang digunakan di dalam teks atau buku.
b.
Memahami makna kata dasar dan kata bentukan
(gramatikal).
c.
Memahami kosakata dan kelas kata serta arti yang
terkandung di dalamnya.
d.
Memahami kata-kata kunci di dalam teks atau buku.
e.
Memahami pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas di
dalam satu paragraph.
f.
Memahami jabatan kata di dalam kalimat.
g.
Memahami cara membuat ringkasan, baik dalam bentuk
lisan maupun tulisan .
2. Jenis-jenis Keterampilan Membaca
Sesuai dengan cara
yang dilakukan pada saat membaca, maka membaca itu dapat dibagi dua macam
seperti berikut ini:
a.
Membaca di dalam hati, ialah membaca tanpa suara.
Tujuan membaca dalam hati adalah sebagai berikut:
1)
Membaca dalam hati untuk kepentingan diri sendiri.
2)
Membaca dalam hati supaya tidak mengganggu orang lain.
3)
Membaca dalam hati untuk memahami arti teks atau wacana
atau buku.
b.
Membaca bersuara, ialah membaca dengan bersuara. Tujuan
membaca bersuara adalah sebagai berikut:
1)
Membaca bersuara untuk kepentingan diri sendiri dan
orang lain.
2)
Membaca bersuara untuk melafalkan huruf dengan tepat.
3)
Membaca bersuara untuk melatih suara.
3. Tujuan Membaca
Dalam kehidupan
sehari-hari banyak sekali aktivitas yang kita isi dengan membaca dan membaca
itu memiliki beberapa tujuan yaitu:
a.
Mencari informasi
Membaca dapat mencari informasi dari
teks atau wacana yang dibaca. Karena setiap teks atau wacana mengandung
informasi tentang masalah yang dikemukakan penulisnya.
b.
Memahami tentang satu masalah
Membaca dapat menyelesaikan suatu
masalah, karena dalam teks atau wacana mengandung penjelasan tentang satu
masalah.
c.
Memberikan informasi
Membaca dapat memberikan informasi
kepada orang lain. Karena membaca bersuara itu dapat didengar orang lain secara
jelas dan arti juga dapat dipahami orang lain, dismaping informasi itu sendiri.
d.
Membuat ringkasan
Membaca dapat juga bertujuan untuk
membuat ringkasan tentang isi teks atau wacana yang dibaca.
e.
Menikmati karya sastra
Membaca karya sastra berarti membaca
yang bertujuan untuk menikmati keindahan karya sastra.
2.5. KETERAMPILAN MENULIS
Keterampilan menulis
adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan pikiran dengan bahasa tulis,
sehingga tulisan itu menjadi sistematis dan dapat dipahami oleh pembaca.
1. Langkah-langkah Keterampilan Menulis
Untuk dapat
mengungkapkan pikiran dalam bentuk tulisan, maka yang harus dipersiapkan,
seperti yang dikemukakan Mulyati dkk (2007:13) keterampilan menulis seperti
berikut ini:
a.
Menguasai ejaan bahasa Indonesia.
b.
Menguasai pembentukan istilah.
c.
Menguasai bentuk kata.
d.
Menguasai pilihan kata.
e.
Menguasai struktur kalimat.
f.
Menguasai pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas.
g.
Menguasai hubungan antara dengan kalimat.
h.
Menguasai hubungan antara paragraf dengan paragraph.
i.
Menguasai isi bagian pendahuluan, isi bagian isi, dan
isi bagian penutup.
j.
Menguasai perangkat-perangkat kelengkapan tulisan,
seperti judul, kata pengantar, daftar table, daftar gambar, daftar skema,
daftar isi, abstrak, isi, daftar pustaka, daftar lampiran.
2. Jenis-jenis Tulisan
Menurut bentuknya tulisan itu
dapat dibagi dua macam yaitu:
a.
Karya sastra, adalah karya yang dibuat berdasarkan
khayalan pengarang dan menggunakan bahasa tidak baku.
b.
Karya ilmiah, adalah karangan yang dibuat pengarang
berdasarkan fakta dan menggunakan bahasa standar atau baku. Contohnya artikel,
makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, desertasi, dan buku.
3. Persiapan Menulis Karya Ilmiah
Untuk mendapatkan tulisan yang bermutu, maka tulisan itu harus melalui
proses seperti di bawah ini:
a.
Perencanaan
Satu tulisan yang baik harus
direncanakan dengan baik. Perencanaan dimulai dengan penentuan tema,
pengumpulan bahan, pengelompokan bahan, dan analisis terhadap bahan.
b.
Menulis
Setelah malakukan analisis terhadap
bahan, kemudian semua gejala, fungsi, ciri-ciri, sebab, akibat, pengaruh,
persamaan, perbedaan, dan apa saja yang ditemukan sesuai dengan tujuan
penulisan harus dituliskan dengan bahasa yang benar, sesuai dengan kaidah
bahasa Indonesia yang berlaku.
c.
Revisi
Tulisan yang sudah selesai perlu dibaca
berulang-ulang sambil memperbaiki ejaan, kata, kalimat, kata tunjuk, penghubung
kalimat, penghubung paragraph, pikiran utama, pikiran-pikiran penjelas, dan apa
saja yang dianggap kurang relevan.
d.
Hasil Tulisan
Setelah tulisan dibaca dan diperbaiki
secara berulang-ulang dapat dikirim ke surat kabar, majalah, diposkan ke
google, jurnal, dan penerbit untuk dicetak.
2.6. MANFAAT KETERAMPILAN
BERBAHASA
Manfaat keterampilan
berbahasa dapat dibagi empat macam, yaitu:
1. Manfaat Keterampilan Menyimak
Dengan memiliki keterampilan menyimak
(mendengar) kita akan dapat menerima pikiran dari pembicara. Pikiran dapat
berupa pikiran tersurat dan pikiran tersirat.
2. Manfaat Keterampilan Berbicara
Dengan memiliki
keterampilan berbicara kita akan dapat menyampaikan pikiran kepada para
pendengar. Pikiran itu dapat diorganisasikan melalui sistematika atau kerangka,
sehingga dapat dipahami pendengar, baik arti tersurat maupun tersirat.
3. Manfaat Keterampilan Membaca
Dengan memiliki
keterampilan membaca kita akan dapat menerima pikirna utama maupun pikiran
penjelas dari apa yang kit abaca. Pikiran utama adalah yang menjadi sorotan di
dalam tulisan, sedangkan pikiran penjelas adalah pikiran-pikiran yang
menjelaskan pikiran utama.
4. Manfaat Keterampilan Menulis
Dengan memiliki
keterampilan menulis kita akan dapat mengungkapkan pikiran dengan bahasa tulis,
sehingga apa yang ada di dalam pikiran kita, dapat kita ungkapkan dan
bermanfaat bagi pembaca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar