ASSALAMUALAIKUM :)

Kamis, 27 Februari 2014

tugas kuliah

PRAKATA

Puji dan syukur yang sedalam-dalamnya kami sampaikan kepada Allah SWT. Tak lupa shalawat beriringkan salam kami hadiahkan kepada junjungan alam, Nabi Besar Muhammad  SAW. atas berhasilnya makalah kami yang berjudul Keterampilan Berbahasa Indonesia ini disusun.
Serta tak lupa ucapan terima kasih kami kepada ibu Dr. Gustianingsih, M.Hum selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya pada Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang telah berkenan membimbing kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Materi dalam makalah ini disampaikan dengan bahasa yang singkat, padat dan sederhana serta mudah untuk dipahami. Kami selaku penulis berusaha untuk menyusun materi dalam makalah ini secara berurutan, dengan harapan para pembaca dapat berfikir sistematis nantinya.
Makalah ini sangat diharapkan dapat bermanfaat bagi kami selaku penulis dan juga para pembaca. Walaupun demikian, di dalam makalah ini dipastikan terdapat banyak kekurangan. Baik itu dari segi isi, sistematika penulisan dan juga gaya bahasa yang kami gunakan. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun pada makalah kami ini untuk perbaikan pada makalah kami selanjutnya.
Akhirnya, kepada Allah SWT kami mohon ampun dan kepada para pembaca, kami mohon untuk dimaafkan.

                                                                                Medan, 15 November 2013
                                                                                                Penulis,

                                                                                            Kelompok 2






BAB II
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang dan Masalah
1.1.1     Latar Belakang
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang telah disahkan menjadi bahasa nasional berdasarkan Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun sangat disayangkan, hanya segelintir orang saja yang mempunyai keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Dengan adanya fenomena seperti ini, menggugah hati kami dan menyadarkan fikiran kami untuk menghadirkan sebuah makalah yang berkompetensi dengan isi (content) yang disusun sesistematis mungkin dan dapat menjelaskan secara rinci tentang keterampilan berbahasa Indonesia.
Diharapkan, dengan hadirnya makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang keterampilan berbahasa Indonesia serta dapat menumbuh-kembangkan rasa cinta kita kepada Bahasa Indonesia selaku bangsa Indonesia. Tidaklah mungkin orang asing yang mengembangkan bahasa negri kita kalau bukan kita yang mengembangkannya sendiri.
Namun, suatu kemustahilan kita bersedia mengembangkan ataupun merasa bangga terhadap Bahasa Indonesia jika kita tidak mengetahui apa yang harus dikembangkan dan apa yang harus dibanggakan. Dalam hal ini, selain menunjukkan cara terampil berbahasa Indonesia, kami juga berusaha menunjukkan cara memiliki keterampilan dalam menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
Membanggakan bukan berarti menyombongkan. Tetapi, rasa bangga terhadap Bahasa Indonesia dan membanggakannya adalah wujud cinta kita kepada Tanah Air kita sendiri.

1.1.2     Masalah
Dalam makalah yang berjudul Keterampilan Berbahasa Indonesia ini, memiliki masalah yang perlu untuk dikembangkan, yaitu :
1.         Apakah keterampilan berbahasa itu?
2.         Bagaimana keterampilan menyimak?
3.         Bagaimana keterampilan berbicara?
4.         Bagaimana keterampilan membaca?
5.         Bagaimana keterampilan menulis?
6.         Apa manfaat keterampilan berbahasa?

1.2    Tujuan Penulisan
Diharapkan dengan hadirnya makalah ini, para pembaca dapat :
1.         Mengetahui apa itu keterampilan berbahasa
2.         Mengetahui cara agar memiliki keterampilan menyimak
3.         Mengetahui cara agar memiliki keterampilan berbicara
4.         Mengetahui cara agar memiliki keterampilan membaca
5.         Mengetahui cara agar memiliki keterampilan menulis
6.         Mengetahui manfaat dari keterampilan berbahasa

1.3    Manfaat Penulisan
Diharapkan agar pembaca dapat memperoleh manfaat setelah memahami isi makalah kami yang berjudul Keterampilan Berbahasa Indonesia ini. Baik itu cara agar memiliki keterampilan berbahasa, berbicara, menyimak, membaca dan menulis. Sehingga menjadikan pembaca maupun l




                             
 BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Keterampilan Berbahasa

            Keterampilan berbahasa adalah kemampuan pembicara atau penulis (encoding) menyampaikan pesan melalui lambing bunyi (huruf) kepada pendengar atau pembaca (decoding).

2.2. Keterampilan Menyimak

            Menurut Mulyati dkk (2007:10) keterampilan menyimak (mendengar) adalah keterampilan memahami bahasa lisan. Menyimak disini bukan sekedar menyimak rentetan bunyi bahasa, tetapi sekaligus harus memahami makna yang terdapat di dalamnya.

1.   Situasi Keterampilan Menyimak
Ada dua situasi dalam ketermapilan menyimak, yaitu:
a.       Mendengarkan Secara Interaktif
Menyimak secara interaktif adalah percakapan yang terjadi secara timbal balik antara pembicara (encoding) dengan pendengar (decoding) dan aktivitas terjadi secara bergantian, contohnya telepon dan telekompren.

b.      Menyimak secara Noninteraktif
Menyimak secara noninteraktif adalah percakapan yang terjadi satu arah saja. Pembicara menyampaikan pikirannya secara terus-menerus dan pendengar menyimak tanpa ada kesempatan untuk memberikan tanggapan, contohnya menyimak khotbah dan radio serta menonton TV dan film.

2.   Langkah-langkah Keterampilan Menyimak
Untuk dapat menerima pesan yang disampaikan encoding ada beberapa langkah yang harus diperhatikan seperti berikut ini:
a.       Mengingat unsure bahasa yang didengar.
b.      Berupaya membedakan bunyi-bunyi yang dapat membedakan arti.
c.       Memperhatikan tekanan kata dan intonasi kalimat.
d.      Memahami arti kata yang digunakan.
e.       Mengenali bentuk kata yang digunakan.
f.       Mendeteksi kata-kata kunci yang mengacu kepada topic.
g.      Memahami makna secara konteks yang sesuai.

3.   Strategi Keterampilan Menyimak
Strategi keterampilan menyimak bahasa supaya dapat menerima pikiran pembicara ada dua macam, yaitu:
a.       Memusatkan Perhatian pada masalah yang sedang dibicarakan, sehingga akan membantu untuk memahami masalah tersebut.
b.      Membuat catatan. Pada saat menyimak pembicara, usahakan menulis hal-hal yang penting atau hal-hal yang baru bagi kita, supaya mudah mengingatnya kembali bila diperlukan.

4.   Jenis-jenis Keterampilan Menyimak
Jenis-jenis keterampilan menyimak dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu:
a.       Menyimak kritis, adalah menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memberikan penilaian yang objektif.
b.      Menyimak kreatif, adalah kegiatan menyimak bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitas tentang masalah yang sedang disimak.
c.       Menyimak eksploratif, adalah menyimak yang bertujuan untuk memperoleh informasi beru tentang masalah yang disimak.

2.3. KETERAMPILAN BERBICARA

            Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan pendapat atau pikiran dan perasaan kepada seseorang atau kelompok secara lisan, baik secara berhadapan ataupun dengan jarak jauh. Berbicara secara langsung adalah pembicara berhadapan langsung dengan pendengarnya sedangkan berbicara tidak langsung adalah pembicara tidak berhadapan langsung dengan pendengarnya.

1.   Situasi Keterampilan Berbicara
Menurut Mulyati dkk (2007:11) situasi keterampilan berbicara ada tiga macam, yaitu:
a.       Keterampilan berbicara interaktif, yaitu berbicara secara tatap muka atau lewat telepon.
b.      Keterampilan berbicara semiinteraktif, yaitu berbicara di depan penonton dan penonton tidak dapat melakukan kegiatan berbicara, penonton hanya mendengarkan saja.
c.       Keterampilan berbicara noninteraktif, yaitu berbicara di dalam televise atau radio.

2.   Langkah-langkah Keterampilan Berbicara
Untuk dapat menyampaikan pesan yang disampaikan encoding kepada decoding ada beberapa langkah yang harus diperhatikan seperti berikut ini:
a.       Mengucapkan bunyi secara jelas, sehingga decoding dapat membedakannya.
b.      Menggunakan nada, tekanan, dan intonasi sesuai dengan makna yang diinginkan encoding.
c.       Menggunakan pilihan kata yang tepat.
d.      Menggunakan bentuk kata yang tepat.
e.       Menggunakan bahasa yang sesuai situasi dan kondisi pada saat berbicara.
f.       Penekanan terhadap pikiran utama yang diikuti pikiran penjelas.

3.   Jenis-jenis Berbicara
Dari cara penyampaian pokok pikiran, berbicara itu dapat dibagi menjadi tujuh macam, yaitu:
a.       Berdialog
Berdialog adalah bertukar pikiran tentang sesuatu antara satu orang atau lebih. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berdialog adalah sebagai berikut:
1)      Bagaimana cara memulai percakapan.
2)      Bagaimana cara supaya menarik perhatian.
3)      Bagaimana cara mengemukakan pikiran-pikiran.
4)      Bagaimana cara menyela, menolak, menerima, menyarankan, dan memperbaiki pendapat lawan bicara.
5)      Bagaimana cara menutup percakapan.

b.      Menyampaikan Pengumuman
Menyampaikan pengumuman berarti menyampaikan sesuatu hal yang perlu diketahui oleh masyarakat. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan pengumuman adalah sebagai berikut:
1)      Mendata materi pengumuman yang akan disampaikan.
2)      Urutan materi pengumuman yang akan disampaikan.
3)      Tekanan kata dan intonasi kalimat yang sesuai.
4)      Penampilan yang menarik.

c.       Bercerita
Bercerita ialah menyampaikan kisah atau cerita kepada orang lain. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bercerita adalah sebagai berikut:
1)      Mengetahui tingkat kemampuan audiens atau pendengar.
2)      Menguasai materi cerita.
3)      Menyampaikan gaya bercerita sesuai dengan yang diinginkan pendengar.
4)      Menjelaskan pesan-pesan yang terdapat di dalam cerita.
5)      Menjawab pertanyaan pendengar, jika ada yang bertanya.

d.      Berpidato
Pidato ialah berbicara untuk menyampaikan pikiran, perasaan, kemauan dari seseorang kepada sekelompok orang. Pidato ialah menyampaikan pikiran secara lisan di depan penonton atau pendengar.

e.       Berdiskusi
Diskusi adalah berbicara untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah. Diskusi merupakan pertemuan ilmiah yang paling sederhana dan sering sekali diskusi diadakan tanpa panitia dan tanpa direncanakan untuk membicarakan sesuatu yang belum ada jalan keluar atau penyelesaiannya.

f.       Wawancara
Wawancara adalah berbicara untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada seseorang yang dianggap mengerti tentang sesuatu. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara terperinci tentang masalah yang diinginkan.



g.      Musyawarah
Musyawarah adalah berbicara dalam satu pertemuan yang bertujuan untuk mengambil keputusan yang tepat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam musyawarah adalah sebagai berikut:
1)      Semua peserta musyawarah harus berpihak kepada kebenaran.
2)      Kebenaran yang ditawarkan dapat didukung oleh fakta nyata dan fakta logika.
3)      Keputusan harus didukung oleh semua pihak.
4)      Pihak yang mayoritas atau memang harus mengayomi pihak minoritas atau yang kalah dan sebaliknya yang minoritas harus mengakui yang mayoritas.

2.4. KETERAMPILAN MEMBACA
         
            Keterampilan membaca adalah memahami system tulisan (huruf, suku kata, kata, kelompok kata, kalimat, paragraph, dan teks/buku) dan memahami arti atau makna yang terkandung di dalamnya.

1.   Langkah-langkah Keterampilan Membaca
     Untuk dapat memahami arti dari suatu teks atau buku, harus dipersiapkan sebagai berikut:
a.       Mengenal tulisan yang digunakan di dalam teks atau buku.
b.      Memahami makna kata dasar dan kata bentukan (gramatikal).
c.       Memahami kosakata dan kelas kata serta arti yang terkandung di dalamnya.
d.      Memahami kata-kata kunci di dalam teks atau buku.
e.       Memahami pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas di dalam satu paragraph.
f.       Memahami jabatan kata di dalam kalimat.
g.      Memahami cara membuat ringkasan, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan .

2.   Jenis-jenis Keterampilan Membaca
Sesuai dengan cara yang dilakukan pada saat membaca, maka membaca itu dapat dibagi dua macam seperti berikut ini:
a.       Membaca di dalam hati, ialah membaca tanpa suara. Tujuan membaca dalam hati adalah sebagai berikut:
1)      Membaca dalam hati untuk kepentingan diri sendiri.
2)      Membaca dalam hati supaya tidak mengganggu orang lain.
3)      Membaca dalam hati untuk memahami arti teks atau wacana atau buku.

b.      Membaca bersuara, ialah membaca dengan bersuara. Tujuan membaca bersuara adalah sebagai berikut:
1)      Membaca bersuara untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain.
2)      Membaca bersuara untuk melafalkan huruf dengan tepat.
3)      Membaca bersuara untuk melatih suara.

3.   Tujuan Membaca
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang kita isi dengan membaca dan membaca itu memiliki beberapa tujuan yaitu:

a.       Mencari informasi
Membaca dapat mencari informasi dari teks atau wacana yang dibaca. Karena setiap teks atau wacana mengandung informasi tentang masalah yang dikemukakan penulisnya.

b.      Memahami tentang satu masalah
Membaca dapat menyelesaikan suatu masalah, karena dalam teks atau wacana mengandung penjelasan tentang satu masalah.

c.       Memberikan informasi
Membaca dapat memberikan informasi kepada orang lain. Karena membaca bersuara itu dapat didengar orang lain secara jelas dan arti juga dapat dipahami orang lain, dismaping informasi itu sendiri.

d.      Membuat ringkasan
Membaca dapat juga bertujuan untuk membuat ringkasan tentang isi teks atau wacana yang dibaca.

e.       Menikmati karya sastra
Membaca karya sastra berarti membaca yang bertujuan untuk menikmati keindahan karya sastra.

2.5. KETERAMPILAN MENULIS

            Keterampilan menulis adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan pikiran dengan bahasa tulis, sehingga tulisan itu menjadi sistematis dan dapat dipahami oleh pembaca.

1.   Langkah-langkah Keterampilan Menulis
Untuk dapat mengungkapkan pikiran dalam bentuk tulisan, maka yang harus dipersiapkan, seperti yang dikemukakan Mulyati dkk (2007:13) keterampilan menulis seperti berikut ini:
a.       Menguasai ejaan bahasa Indonesia.
b.      Menguasai pembentukan istilah.
c.       Menguasai bentuk kata.
d.      Menguasai pilihan kata.
e.       Menguasai struktur kalimat.
f.       Menguasai pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas.
g.      Menguasai hubungan antara dengan kalimat.
h.      Menguasai hubungan antara paragraf dengan paragraph.
i.        Menguasai isi bagian pendahuluan, isi bagian isi, dan isi bagian penutup.
j.        Menguasai perangkat-perangkat kelengkapan tulisan, seperti judul, kata pengantar, daftar table, daftar gambar, daftar skema, daftar isi, abstrak, isi, daftar pustaka, daftar lampiran.


2.   Jenis-jenis Tulisan
Menurut bentuknya tulisan itu dapat dibagi dua macam yaitu:
a.       Karya sastra, adalah karya yang dibuat berdasarkan khayalan pengarang dan menggunakan bahasa tidak baku.
b.      Karya ilmiah, adalah karangan yang dibuat pengarang berdasarkan fakta dan menggunakan bahasa standar atau baku. Contohnya artikel, makalah, laporan penelitian, skripsi, tesis, desertasi, dan buku.

3.   Persiapan Menulis Karya Ilmiah
Untuk mendapatkan tulisan yang bermutu, maka tulisan itu harus melalui proses seperti di bawah ini:
a.       Perencanaan
Satu tulisan yang baik harus direncanakan dengan baik. Perencanaan dimulai dengan penentuan tema, pengumpulan bahan, pengelompokan bahan, dan analisis terhadap bahan.

b.      Menulis
Setelah malakukan analisis terhadap bahan, kemudian semua gejala, fungsi, ciri-ciri, sebab, akibat, pengaruh, persamaan, perbedaan, dan apa saja yang ditemukan sesuai dengan tujuan penulisan harus dituliskan dengan bahasa yang benar, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

c.       Revisi
Tulisan yang sudah selesai perlu dibaca berulang-ulang sambil memperbaiki ejaan, kata, kalimat, kata tunjuk, penghubung kalimat, penghubung paragraph, pikiran utama, pikiran-pikiran penjelas, dan apa saja yang dianggap kurang relevan.

d.      Hasil Tulisan
Setelah tulisan dibaca dan diperbaiki secara berulang-ulang dapat dikirim ke surat kabar, majalah, diposkan ke google, jurnal, dan penerbit untuk dicetak.

2.6. MANFAAT KETERAMPILAN BERBAHASA

            Manfaat keterampilan berbahasa dapat dibagi empat macam, yaitu:
1.   Manfaat Keterampilan Menyimak
     Dengan memiliki keterampilan menyimak (mendengar) kita akan dapat menerima pikiran dari pembicara. Pikiran dapat berupa pikiran tersurat dan pikiran tersirat.

2.   Manfaat Keterampilan Berbicara
Dengan memiliki keterampilan berbicara kita akan dapat menyampaikan pikiran kepada para pendengar. Pikiran itu dapat diorganisasikan melalui sistematika atau kerangka, sehingga dapat dipahami pendengar, baik arti tersurat maupun tersirat.

3.   Manfaat Keterampilan Membaca
Dengan memiliki keterampilan membaca kita akan dapat menerima pikirna utama maupun pikiran penjelas dari apa yang kit abaca. Pikiran utama adalah yang menjadi sorotan di dalam tulisan, sedangkan pikiran penjelas adalah pikiran-pikiran yang menjelaskan pikiran utama.

4.   Manfaat Keterampilan Menulis
Dengan memiliki keterampilan menulis kita akan dapat mengungkapkan pikiran dengan bahasa tulis, sehingga apa yang ada di dalam pikiran kita, dapat kita ungkapkan dan bermanfaat bagi pembaca.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar