KATA PENGHANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyalesaikan makalah ini.
Makalah di buat berdasarkan hasil diskusi kelompok kami selama 2 minggu dari 16 Desember sampai dengan 30 Desember 2009.
Kami dapat menyelesaikan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dari Ibu Tri Martini, SP, MSi selaku dosen mata kuliah Fisiologi Tumbuhan.
Penyusun menyadari makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Untuk menyempurnakannya penyusun dengan senag hati menerima segala kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penyusun berharap makalah ini bermanfaat bagi penyusun dan bagi pembaca pada umumnya.
Yogyakarta, 24 Desember 2009
Penyusun
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyalesaikan makalah ini.
Makalah di buat berdasarkan hasil diskusi kelompok kami selama 2 minggu dari 16 Desember sampai dengan 30 Desember 2009.
Kami dapat menyelesaikan makalah ini tidak terlepas dari bantuan dari Ibu Tri Martini, SP, MSi selaku dosen mata kuliah Fisiologi Tumbuhan.
Penyusun menyadari makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Untuk menyempurnakannya penyusun dengan senag hati menerima segala kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penyusun berharap makalah ini bermanfaat bagi penyusun dan bagi pembaca pada umumnya.
Yogyakarta, 24 Desember 2009
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul………………………………………………………………………….........i
Kata Penghantar………………………………………………………………………………ii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………...iii
Bab I Pendahuluan....………………………………………………………… ……………...1
A. Judul………………………………………………………………………………...1
B. Latar Belakang……………………………………………………….. …………….1
Bab II Pengenalan Tanaman Kelapa Sawit……………………………………………………3
Kesimpulan……………………………………………………………………………………13
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………...14
Halaman Judul………………………………………………………………………….........i
Kata Penghantar………………………………………………………………………………ii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………...iii
Bab I Pendahuluan....………………………………………………………… ……………...1
A. Judul………………………………………………………………………………...1
B. Latar Belakang……………………………………………………….. …………….1
Bab II Pengenalan Tanaman Kelapa Sawit……………………………………………………3
Kesimpulan……………………………………………………………………………………13
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………...14
BAB I
PENDAHULUAN
A. JUDUL
Morfologi Tanaman Kelapa Sawit
B. LATAR BELAKANG
Sektor pertanian sampai saat ini masih merupakan sektor yang belum tergantikan dalam
memenuhi kebutuhan manusia, baik sandang, pangan maupun perumahan serta rekreasi. Penguasaan ilmu pertanian dan khususnya ilmu perkebunan menjadi hal yang logis untuk mewujudkan sektor pertanian yang mengkhususkan sektor perkebunan menjadi sektor yang handal dan dapat diandalkan bagi pemenuhan kebutuhan manusia, di waktu sekarang maupun yang akan datang.
Pertanian yang berkelanjutan merupakan konsep pembangunan pertanian yang lebih komperhensif, berwawasan jangka panjang, serta akrab lingkungan dalam mewujudkan pertanian yang lebih handal.
Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang sangat diunggulkan selain karet dan kakao. Tingginya kebutuhan dunia terhadap minyak nabati menjadikan tanaman ini menjadi komoditas perkebunan yang handal dalam peningkatan devisa negara dalam sektor komoditi non-migas.
Pertumbuhan dan produtivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor luar maupun dalam tanaman kelapa sawit itu sendiri, antara lain jenis atau varietas tanaman. Sedangkan faktor luar adalah faktor lingkungan, antara lain iklim, tanah, dan teknik budidaya yang dipakai merupakan faktor lingkungan utama yang mempengaruhi. Disamping itu kelapa sawit (Elais ginneensis Jacq) adalah tanaman perkebunan yang sangat toleran terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik.
Namun untuk menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan menghasilkan produksi yang tinggi dibutuhkan kisaran lingkungan tertentu (syarat tumbuh tanaman kelapa sawit). Kondisi iklim, tanah, dan bentuk wilayah merupakan faktor lingkungan utama yang mempengaruhi.
Secara nasional produksi komoditas tanaman perkebunan yang sangat besar mendapatkan
keuntungan finansial adalah komoditas kelapa sawit karena mempunyai daya jual yang tinggi dibandingkan komoditas perkebunan lain.
PENDAHULUAN
A. JUDUL
Morfologi Tanaman Kelapa Sawit
B. LATAR BELAKANG
Sektor pertanian sampai saat ini masih merupakan sektor yang belum tergantikan dalam
memenuhi kebutuhan manusia, baik sandang, pangan maupun perumahan serta rekreasi. Penguasaan ilmu pertanian dan khususnya ilmu perkebunan menjadi hal yang logis untuk mewujudkan sektor pertanian yang mengkhususkan sektor perkebunan menjadi sektor yang handal dan dapat diandalkan bagi pemenuhan kebutuhan manusia, di waktu sekarang maupun yang akan datang.
Pertanian yang berkelanjutan merupakan konsep pembangunan pertanian yang lebih komperhensif, berwawasan jangka panjang, serta akrab lingkungan dalam mewujudkan pertanian yang lebih handal.
Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang sangat diunggulkan selain karet dan kakao. Tingginya kebutuhan dunia terhadap minyak nabati menjadikan tanaman ini menjadi komoditas perkebunan yang handal dalam peningkatan devisa negara dalam sektor komoditi non-migas.
Pertumbuhan dan produtivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor luar maupun dalam tanaman kelapa sawit itu sendiri, antara lain jenis atau varietas tanaman. Sedangkan faktor luar adalah faktor lingkungan, antara lain iklim, tanah, dan teknik budidaya yang dipakai merupakan faktor lingkungan utama yang mempengaruhi. Disamping itu kelapa sawit (Elais ginneensis Jacq) adalah tanaman perkebunan yang sangat toleran terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik.
Namun untuk menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan menghasilkan produksi yang tinggi dibutuhkan kisaran lingkungan tertentu (syarat tumbuh tanaman kelapa sawit). Kondisi iklim, tanah, dan bentuk wilayah merupakan faktor lingkungan utama yang mempengaruhi.
Secara nasional produksi komoditas tanaman perkebunan yang sangat besar mendapatkan
keuntungan finansial adalah komoditas kelapa sawit karena mempunyai daya jual yang tinggi dibandingkan komoditas perkebunan lain.
BAB II
PENGENALAN ( MORFOLOGI ) TANAMAN KELAPA SAWIT
Kelapa sawit (Elaeis genneensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting.
Gambaran Umum Kelapa Sawit
Morfologi Kelapa Sawit
a. Akar
Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang.
Radikula (bakar akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terus-menerus dan panjang akarnya mencapai 15 cm. Akar primer kelapa sawit terus berkembang.
Susunan akar kelapa sawit terdiri dari serabut primer yang tumbuh vertikal ke dalam tanah
dan horizontal ke samping. Serabut primer ini akan bercabang manjadi akar sekunder ke atas dan ke bawah. Akhirnya, cabang-cabang ini juga akan bercabang lagi menjadi akar tersier, begitu seterusnya. Kedalaman perakaran tanaman kelapa sawit bisa mencapai 8 meter dan 16 meter secara horizontal.
b. Batang
Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Pada
pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). Titik tumbuh batang kelapa sawit terletak di pucuk batang, terbenam di dalam tajuk daun, berbentuk seperti kubis dan enak dimakan.
Di batang tanaman kelapa sawit terdapat pangkal pelepah-pelepah daun yang melekat
kukuh dan sukar terlepas walaupun daun telah kering dan mati. Pada tanaman tua, pangkal-pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang akan terkelupas, sehingga batang kelapa sawit tampak berwarna hitam beruas.
c. Daun
Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Di
bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisisnya. Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun
d. Bunga dan buah
Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai
mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyrbukan silang (cross pollination).
Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap), daging buah
(mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak, kulit biji (endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras, daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak, serta lembaga (embryo).
Lembaga (embryo) yang keluar dari kulit biji akan berkembang ke dua arah.
1. Arah tegak lurus ke atas (fototropy), disebut dengan plumula yang selanjutnya
akan menjadi batang dan daun
2. Arah tegak lurus ke bawah (geotrophy) disebut dengan radicula yang selanjutnya
akan menjadi akar.
Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Semakin tua warnanya berubah menjadi
hijau kehitaman, kemudian menjadi kuning muda, dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). Jika sudah berwarna oranye, buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles).
e. Biji
Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. Biji dura afrika
panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram, sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji, dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji.
Biji kelapa sawit umumnya memiliki periode dorman (masa non-aktif). Perkecambahannya dapat berlangsung lebih dari 6 bulan dengan keberhasilan sekitar 50%. Agar perkecambahan dapat berlangsung lebih cepat dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi, biji kelapa sawit memerlukan pre-treatment.
Jenis Kelapa Sawit.
Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah, kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut :
1. Dura memiliki cangkang tebal (3-5 mm), daging buah tipis, dan rendemen minyak 15-17%.
2. Tenera memiliki cangkang agak tipis (2-3 mm), daging buah tebal, dan rendemen minyak 21-23%.
3. Pisifera memiliki cangkang yang sangat tipis, tetapi daging buahnya tebal dan bijinya kecil. Rendemen minyaknya tinggi (lebih dari 23%). Tandan buahnyahampir selalu gugur sebelum masak, sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit.
PENGENALAN ( MORFOLOGI ) TANAMAN KELAPA SAWIT
Kelapa sawit (Elaeis genneensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting.
Gambaran Umum Kelapa Sawit
Morfologi Kelapa Sawit
a. Akar
Kelapa sawit merupakan tumbuhan monokotil yang tidak memiliki akar tunggang.
Radikula (bakar akar) pada bibit terus tumbuh memanjang ke arah bawah selama enam bulan terus-menerus dan panjang akarnya mencapai 15 cm. Akar primer kelapa sawit terus berkembang.
Susunan akar kelapa sawit terdiri dari serabut primer yang tumbuh vertikal ke dalam tanah
dan horizontal ke samping. Serabut primer ini akan bercabang manjadi akar sekunder ke atas dan ke bawah. Akhirnya, cabang-cabang ini juga akan bercabang lagi menjadi akar tersier, begitu seterusnya. Kedalaman perakaran tanaman kelapa sawit bisa mencapai 8 meter dan 16 meter secara horizontal.
b. Batang
Tanaman kelapa sawit umumnya memiliki batang yang tidak bercabang. Pada
pertumbuhan awal setelah fase muda (seedling) terjadi pembentukan batang yang melebar tanpa terjadi pemanjangan internodia (ruas). Titik tumbuh batang kelapa sawit terletak di pucuk batang, terbenam di dalam tajuk daun, berbentuk seperti kubis dan enak dimakan.
Di batang tanaman kelapa sawit terdapat pangkal pelepah-pelepah daun yang melekat
kukuh dan sukar terlepas walaupun daun telah kering dan mati. Pada tanaman tua, pangkal-pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang akan terkelupas, sehingga batang kelapa sawit tampak berwarna hitam beruas.
c. Daun
Tanaman kelapa sawit memiliki daun (frond) yang menyerupai bulu burung atau ayam. Di
bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri yang sangat tajam dan keras di kedua sisisnya. Anak-anak daun (foliage leaflet) tersusun berbaris dua sampai ke ujung daun. Di tengah-tengah setiap anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun
d. Bunga dan buah
Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai
mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat. Tanaman kelapa sawit mengadakan penyrbukan silang (cross pollination).
Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap), daging buah
(mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak, kulit biji (endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras, daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak, serta lembaga (embryo).
Lembaga (embryo) yang keluar dari kulit biji akan berkembang ke dua arah.
1. Arah tegak lurus ke atas (fototropy), disebut dengan plumula yang selanjutnya
akan menjadi batang dan daun
2. Arah tegak lurus ke bawah (geotrophy) disebut dengan radicula yang selanjutnya
akan menjadi akar.
Buah yang sangat muda berwarna hijau pucat. Semakin tua warnanya berubah menjadi
hijau kehitaman, kemudian menjadi kuning muda, dan setelah matang menjadi merah kuning (oranye). Jika sudah berwarna oranye, buah mulai rontok dan berjatuhan (buah leles).
e. Biji
Setiap jenis kelapa sawit memiliki ukuran dan bobot biji yang berbeda. Biji dura afrika
panjangnya 2-3 cm dan bobot rata-rata mencapai 4 gram, sehingga dalam 1 kg terdapat 250 biji. Biji dura deli memiliki bobot 13 gram per biji, dan biji tenera afrika rata-rata memiliki bobot 2 gram per biji.
Biji kelapa sawit umumnya memiliki periode dorman (masa non-aktif). Perkecambahannya dapat berlangsung lebih dari 6 bulan dengan keberhasilan sekitar 50%. Agar perkecambahan dapat berlangsung lebih cepat dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi, biji kelapa sawit memerlukan pre-treatment.
Jenis Kelapa Sawit.
Berdasarkan ketebalan cangkang dan daging buah, kelapa sawit dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut :
1. Dura memiliki cangkang tebal (3-5 mm), daging buah tipis, dan rendemen minyak 15-17%.
2. Tenera memiliki cangkang agak tipis (2-3 mm), daging buah tebal, dan rendemen minyak 21-23%.
3. Pisifera memiliki cangkang yang sangat tipis, tetapi daging buahnya tebal dan bijinya kecil. Rendemen minyaknya tinggi (lebih dari 23%). Tandan buahnyahampir selalu gugur sebelum masak, sehingga jumlah minyak yang dihasilkan sedikit.
KESIMPULAN
1. Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting.
2. Bentuk morfologi tanaman kelapa sawit terdiri atas akar, batang daun, bunga, buah, dan buah.
3. Pertumbuhan dan produtivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor luar maupun dalam tanaman kelapa sawit itu sendiri, antara lain jenis atau varietas tanaman. Faktor luar adalah faktor lingkungan, antara lain iklim, tanah, pemupukan dan teknik budidaya yang dipakai merupakan faktor lingkungan utama yang mempengaruhi
4. Pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit di lapangan sangat dipengaruhi oleh mutu bibit yang digunakan.
5. Pemupukan dalam budidaya tanaman kelapa sawit dapat dibedakan beberapa cara aplikasi berdasarkan pada umur tanaman yaitu, pemupukan di Pre-Nursery dan pemupukan di Main Nursery.
1. Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting.
2. Bentuk morfologi tanaman kelapa sawit terdiri atas akar, batang daun, bunga, buah, dan buah.
3. Pertumbuhan dan produtivitas kelapa sawit dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor luar maupun dalam tanaman kelapa sawit itu sendiri, antara lain jenis atau varietas tanaman. Faktor luar adalah faktor lingkungan, antara lain iklim, tanah, pemupukan dan teknik budidaya yang dipakai merupakan faktor lingkungan utama yang mempengaruhi
4. Pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit di lapangan sangat dipengaruhi oleh mutu bibit yang digunakan.
5. Pemupukan dalam budidaya tanaman kelapa sawit dapat dibedakan beberapa cara aplikasi berdasarkan pada umur tanaman yaitu, pemupukan di Pre-Nursery dan pemupukan di Main Nursery.
DAFTAR PUSTAKA
Buana, Lalang, dkk. 2006 Modul Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa
Sawit (Indonesian Oil Palm Research Institute). Medan.
Gandaseputra, Suwardi. 1986. Budidaya Dan Pengolahan Kelapa Sawit. Lembaga
Pendidikan Perkebunan. Yogyakarta.
Heurn, F. C. V. 1985. Kelapa Sawit (ahli bahasa Semangun, H dan Lahija, A).
Lembaga Pendidikan Perkebunan. Yogyakarta.
Mangoensoekardjo, S. dan H. Semangun. 2005. Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Gajah
Mada University Press. Yogyakarta.
Buana, Lalang, dkk. 2006 Modul Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa
Sawit (Indonesian Oil Palm Research Institute). Medan.
Gandaseputra, Suwardi. 1986. Budidaya Dan Pengolahan Kelapa Sawit. Lembaga
Pendidikan Perkebunan. Yogyakarta.
Heurn, F. C. V. 1985. Kelapa Sawit (ahli bahasa Semangun, H dan Lahija, A).
Lembaga Pendidikan Perkebunan. Yogyakarta.
Mangoensoekardjo, S. dan H. Semangun. 2005. Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Gajah
Mada University Press. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar