ASSALAMUALAIKUM :)

Kamis, 03 Oktober 2013

menganalisis tentang interaksi sosial



Nama               : Mestika Dewi Tambunan
NIM                : 130709029
Jurusan            : S1 Ilmu Perpustakaan kelas A
Tugas               : Menganalisis slide – slide kelompok 9 yang berjudul Interaksi Sosial
Kelompok       : 12

Interaksi Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Dalam hal ini akan di bahas komunikasi dan sikap.
a.      Komunikasi
Komunikasi adalah proses pengiriman berita  dari seseorang kepada orang lainnya. Dalam kehidupan sehari – hari kita dapat melihat ini dalam berbagai hal.
Contonya saja percakapan antar dua orang, pidato, telopon dan lain – lain. Komunikasi sangatlah erat kaitannya dengan interaksi social, karena komunikasi termasuk salah satu sarana berlangsungnya interaksi sosial. Komunikasi adalah hal yang paling sering terjadi, komunikasi ada 2 jenis, komunikasi searah dan komunikasi dua arah. Komunikasi Searah,yaitu komunikasi yang datang dari satu pihak saja, sedangkan pihak yang lain hanya menjadi penerima. Contohnya ketika kita menonton. Kemunikasi Dua Arah, yaitu penerima dapat berubah fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim dapat menjadi penerima berita. Kalau komunikasi dua arah atau timbal balik ini terjadi terus-menerus berganti-ganti, maka terjadilah dialog, contohnya percakapan antar dua orang.
Struktur komunikasi terbagi dua, jenis bintang dan jenis hubungan langsung. Jenis bintang adalah di sini, ada satu orang yang menjadi pusat komunikasi dan setiap individu yang mau berhubungan dengan individu lainnya harus melalui pusat itu terlebih dahulu,contohnya ketika rapat dalam organisasi, dan ketuanya menyampaikan gagasannya. Jenis hubungan langsung adalah di sini setiap individu dapat berbicara langsung dengan individu lainnya pada setiap saat yang dikehendakinya contohnya ketika sedang makan bersama keluarga. Adapun hal – hal yang dapat menyebabkan kesalahan dalam komunikasi adalah :
1)      Terbatasnya perbendaharaan kata atau sistem simbol.
2)      Terbatasnya daya ingat. Hal-hal yang kita lihat, pikirkan  atau rasakan, makin lama makin kabur dalam ingatan kita.
3)      Gangguan pada media komunikasi, misalnya gangguan frekuensi radio atau saluran telepon, atau gangguan pada alat pendengaran.

b.      Sikap
Sikap (attitude) adalah istilah yang mencerminkan rasa senang, tidak senang atau perasaan biasa-biasa saja (netral) dari seseorang terhadap sesuatu. Manusia dapat mempunyai bermacam – macam sikap terhadap bermacam - macam hal. Contohnya saja bagi agama islam daging babi itu haram, jika di katakana sosis terbuat dari daging babi maka dia akan mual dan muntah karena sepengetahuannya dia memakan sesuatu yang menjijikkan. Padahal jika dia tidak tau dia tidak akan muntah,begitu juga jika yang memakan sosin itu non muslim maka dia tidak akan muntah. Adapun proses pembentukan sikap antara lain :
1.      Adopsi: kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang terjadi berulang-ulang dan terus-menerus, lama-kelamaan secara bertahap di serap ke dalam diri individu dan memengaruhi  terbentuknya suatu sikap.
2.      Diferensiasi: dengan perkembangan nya inteligensi, bertambahnya pengalaman, sejalan dengan bertambahnya usia, maka ada hal-hal yang tadinya dianggap sejenis, sekarang dipandang tersendiri lepas dari jenisnya.
3.      Integrasi: pembentukan sikap di sini terjadi secara bertahap dimulai dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu sehingga akhirnya terbentuk sikap mengenai hal tersebut.
Trauma: trauma adalah pengalaman yang tiba-tiba, mengejutkan , yang meninggalkan kesan mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan
Selain itu, ada juga factor yang mempengaruhi sikap yakni factor internal dan factor eksternal. Faktor internal yaitu faktor-faktor yang terdapat  dalam diri orang yang bersangkutan, seperti faktor pilihan. Faktor eksternal Selain faktor-faktor yang terdapat dalam diri sendiri, maka pembentukan sikap ditentukan pula oleh faktor-faktor yang berda di luar. Di dalam sikap tentu ada prasangka yang mana prasangka adalah penilaian terhadap sesuatu hal berdasarkan fakta dan informasi yang tidak lengkap. Prasangka bisa positif ( husnuzdan ) bisa juga negative (suuzdan ) tergantung kepada kita, bagaimana kita menyikapinya.
Sikap dapat di ukur,ada dua skala sikap yang cukup banyak digunakan (1934) yaitu skala Likert dan skala Thurstone. Kedua skala itu hampir  sama , hanya proses pembuatannya yang berbeda. Jadi pada dasarnya komunikasi dan sikap adalah salah satu media untuk melakukan interaksi sosial, jika cara berkomunikasi dan sikap kita baik, maka akan baik jugalah interaksi yang akan di hasilkan begitu juga sebaliknya. Ketika seseorang melakukan interaksi maka secara tidak langsung akan tampaklah kepribadian orang tersebut, bagaimana sikap seseorang itu, lihat saja bagaimana dia berinteraksi kepada orang lain. Mungkin hanya itu lah analisis saya tentang interaksi social yang mencakup komunikasi dan sikap. Terima kasih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar