Nama : Mestika Dewi Tambunan
NIM : 130709029
Jurusan :
S1 Ilmu Perpustakaan kelas A
Tugas : Menganalisis slide – slide
kelompok 9 yang berjudul Interaksi Sosial
Kelompok
: 12
Interaksi
Sosial
Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan
antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan
kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan
bersama. Dalam hal ini akan di bahas komunikasi dan sikap.
a.
Komunikasi
Komunikasi adalah
proses pengiriman berita dari seseorang
kepada orang lainnya. Dalam kehidupan sehari – hari kita dapat melihat
ini dalam berbagai hal.
Contonya saja percakapan antar dua orang, pidato,
telopon dan lain – lain. Komunikasi sangatlah erat kaitannya dengan interaksi
social, karena komunikasi termasuk salah satu sarana berlangsungnya interaksi
sosial. Komunikasi adalah hal yang paling sering terjadi, komunikasi ada 2
jenis, komunikasi searah dan komunikasi dua arah. Komunikasi Searah,yaitu komunikasi yang datang dari satu pihak saja,
sedangkan pihak yang lain hanya menjadi penerima. Contohnya ketika kita menonton. Kemunikasi Dua Arah, yaitu penerima dapat berubah
fungsi menjadi pengirim berita, sedangkan pengirim dapat menjadi penerima
berita. Kalau komunikasi dua arah atau timbal balik ini terjadi terus-menerus
berganti-ganti, maka terjadilah dialog, contohnya percakapan antar dua
orang.
Struktur komunikasi terbagi dua, jenis bintang dan
jenis hubungan langsung. Jenis bintang adalah di sini, ada satu orang yang menjadi pusat komunikasi dan setiap individu
yang mau berhubungan dengan individu lainnya harus melalui pusat itu terlebih
dahulu,contohnya
ketika rapat dalam organisasi, dan ketuanya menyampaikan gagasannya. Jenis hubungan langsung adalah di sini setiap
individu dapat berbicara langsung dengan individu lainnya pada setiap saat yang
dikehendakinya contohnya ketika sedang makan bersama keluarga. Adapun hal – hal yang
dapat menyebabkan kesalahan dalam komunikasi adalah :
1) Terbatasnya perbendaharaan kata atau sistem simbol.
2) Terbatasnya daya ingat. Hal-hal yang kita lihat, pikirkan atau rasakan, makin lama makin kabur dalam
ingatan kita.
3) Gangguan pada media komunikasi, misalnya gangguan frekuensi radio atau
saluran telepon, atau gangguan pada alat pendengaran.
b. Sikap
Sikap
(attitude) adalah istilah yang mencerminkan rasa senang, tidak senang atau
perasaan biasa-biasa saja (netral) dari seseorang terhadap sesuatu. Manusia
dapat mempunyai bermacam – macam sikap terhadap bermacam - macam hal. Contohnya
saja bagi agama islam daging babi itu haram, jika di katakana sosis terbuat
dari daging babi maka dia akan mual dan muntah karena sepengetahuannya dia
memakan sesuatu yang menjijikkan. Padahal jika dia tidak tau dia tidak akan
muntah,begitu juga jika yang memakan sosin itu non muslim maka dia tidak akan
muntah. Adapun proses pembentukan sikap antara lain :
1. Adopsi: kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang terjadi
berulang-ulang dan terus-menerus, lama-kelamaan secara bertahap di serap ke
dalam diri individu dan memengaruhi
terbentuknya suatu sikap.
2. Diferensiasi: dengan perkembangan nya inteligensi, bertambahnya
pengalaman, sejalan dengan bertambahnya usia, maka ada hal-hal yang tadinya
dianggap sejenis, sekarang dipandang tersendiri lepas dari jenisnya.
3. Integrasi: pembentukan sikap di sini terjadi secara bertahap dimulai
dengan berbagai pengalaman yang berhubungan dengan satu hal tertentu sehingga
akhirnya terbentuk sikap mengenai hal tersebut.
Trauma:
trauma adalah pengalaman yang tiba-tiba, mengejutkan , yang meninggalkan kesan
mendalam pada jiwa orang yang bersangkutan
Selain itu, ada juga factor yang mempengaruhi sikap
yakni factor internal dan factor eksternal. Faktor internal yaitu faktor-faktor yang terdapat
dalam diri orang yang bersangkutan, seperti faktor pilihan. Faktor eksternal Selain faktor-faktor yang terdapat dalam diri sendiri, maka pembentukan
sikap ditentukan pula oleh faktor-faktor yang berda di luar. Di dalam
sikap tentu ada prasangka yang mana prasangka adalah penilaian terhadap sesuatu hal berdasarkan fakta dan informasi yang tidak
lengkap.
Prasangka bisa positif ( husnuzdan ) bisa juga negative (suuzdan ) tergantung
kepada kita, bagaimana kita menyikapinya.
Sikap dapat di ukur,ada dua skala sikap yang cukup banyak digunakan (1934) yaitu skala Likert
dan skala Thurstone. Kedua skala itu hampir
sama , hanya proses pembuatannya yang berbeda. Jadi
pada dasarnya komunikasi dan sikap adalah salah satu media untuk melakukan
interaksi sosial, jika cara berkomunikasi dan sikap kita baik, maka akan baik
jugalah interaksi yang akan di hasilkan begitu juga sebaliknya. Ketika seseorang
melakukan interaksi maka secara tidak langsung akan tampaklah kepribadian orang
tersebut, bagaimana sikap seseorang itu, lihat saja bagaimana dia berinteraksi
kepada orang lain. Mungkin hanya itu lah analisis saya tentang interaksi social
yang mencakup komunikasi dan sikap. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar